Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Ini Sejumlah Rekomendasi BI Jabar untuk Penguatan Ekonomi di Kota Bogor

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_39222.jpg

    KOTA BOGOR - Kepala Bank Indonesia (BI) Jawa Barat (Jabar) Herawanto menyampaikan sejumlah rekomendasi untuk Pemkot Bogor dalam upaya pemulihan ekonomi di kota hujan tersebut. 

    Pertimbangan itu diberikan dengan melihat kondisi struktur perekonomian Kota Bogor yang sebagian besar ditopang oleh sektor perdagangan, manufaktur dan transportasi.

    "Dampak pandemi Covid-19 yang diperkirakan panjang, dapat mempengaruhi kecepatan pemulihan kinerja sektor perdagangan. Oleh karena itu Pemerintah Kota Bogor diharapkan dapat mendukung proses pemulihan tersebut, antara lain dengan menunda kenaikan UMK pada tahun 2021, keringanan tarif Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) untuk membantu mempertahankan cashflow, serta implementasi transaksi pembayaran non tunai. Kebijakan ini perlu dipertimbangkan secara terukur dengan memperhatikan tingkat keparahan pelaku usaha terdampak," jelasnya.

    Seiring dengan semakin terbatasnya lahan untuk industri manufaktur berskala besar, Kota Bogor dapat terus mendukung pengembangan industri kreatif, termasuk industri berbasis media digital melalui penyediaan fasilitas dan sarana berupa tempat yang representatif, jaringan internet, dan pendampingan bisnis digital, serta pelatihan-pelatihan intensif dari para ahli. 

    Selain itu pengembangan industri kecil menengah (IKM/ UMKM) perlu diprioritaskan dengan menaik-kelaskan mereka. Antara lain bisa dengan penambahan kapasitas; peningkatan keterampilan dan kualitas pelaku usaha; penggunaan teknologi tepat guna; digitalisasi; serta perluasan akses pasar melalui kegiatan promosi.

    Untuk mendukung sektor industri, mengingat porsi terbesar biaya operasional industri padat karya adalah upah, kebijakan relaksasi Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), khususnya penundaan penyesuaian sampai kondisi keuangan dan kinerja industri membaik dapat membantu pemulihan sektor pengolahan akibat pandemi COVID-19 sehingga penyerapan tenaga kerja terjaga. Penerapan teknologi digital untuk mendukung proses produksi pada masa adaptasi kebiasaan baru.

    "Memastikan keberlangsungan pembangunan berbagai infrastruktur, khususnya proyek infrastruktur yang berdampak besar bagi ekonomi rakyat dan pemulihan ekonomi di era adaptasi kebiasaan baru, khususnya Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berlokasi di Kota Bogor dan memanfaatkan PSN tersebut melalui bergeraknya UMKM-UMKM di ekosistem tersebut. Iklim investasi juga perlu dijaga terutama sektor konstruksi yang cukup dominan di Kota Bogor, baik yang berskala besar maupun kecil,"  tegasnya.

    Dalam memulihkan sektor pariwisata yang terdampak pandemi COVID-19, perlu disusun strategi untuk memulihkan objek wisata berbasis alam, budaya, agro, olahraga terpadu dan produk kreatif, antara lain pembukaan kembali wahana wisata, hotel dan restoran, serta UMKM produk kreatif, dengan menerapkan protokol kesehatan secara terukur. Aktivitas sektor pariwisata juga sangat memerlukan dukungan digitalisasi transaksi pembayaran (QRIS dan transaksi non tunai).

    "Sementara itu, terkait pengendalian Inflasi di wilayah Kota Bogor dapat dilakukan melalui penguatan BUMD sebagai stabilisator harga pangan, Kerja sama Antar Daerah (KAD) dengan daerah produsen untuk memenuhi kebutuhan pangan strategis, pengembangan urban farming sebagai sumber penghasilan guna menopang konsumsi dan kesejahteraan masyarakat, dan penguatan peran pasar induk sebagai buffer stock. JO

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus