Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Angka Kasus Covid Sejumlah Provinsi Meningkat

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_39265.jpg

    KOTA BANDUNG- Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan, meskipun tidak terlalu signifikan, namun saat ini ada tiga provinsi yang mengalami tren peningkatan kasus harian Covid-19 yakni DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah.

    "Tiga provinsi yang angka kesembuhannya tertinggi yaitu Jateng 64% dan Sumatera Utara 59: dan Jabar 55%. Jabar akan kita upayakan menaikan tingkat kesembuhannya walaupun tingkat kematiannya sudah rendah," ucapnya.

    Dari catatannya, rata-rata kasus harian di Jawa  Barat periode bulan Juli sampai 16 September 2020 terbilang fluktuatif, halnya sama juga yang terjadi pada angka kesembuhan. 

    "Kalau kita lihat datanya sebenarnya angka-angka di Jabar masih fluktuatif, pernah meningkat dan kembali menurun," ujar Ruhut, dalam rapat koordinasi dengan sejumlah gubernur melalui telekonferensi, Kamis (17/09/20).

    Menurut Luhut, rerata nasional angka kematian mencapai 3,97 persen dan angka kematian nol persen tidak mungkin terjadi di Indonesia sampai vaksin dan obat ditemukan. Dan yang bisa dilakukan adalah mengontrol kasus selama tiga bulan ke depan. 

    "Penyuntikan vaksin akan diprioritaskan di wilayah pulau Jawa. Sebelum ada vaksin kita hanya bisa mengontrol jangan sampai lebih memburuk maka harus diperbaiki ditingkatkan dalam tiga bulan ini," katanya.

    Terkait adanya kenaikan kasus belakangan ini, menurut Luhut karena adanya pelonggaran demi bangkitnya ekonomi dan ketidakdisiplinan warga menerapkan protokol kesehatan. Untuk itu Pemerintah Pusat meminta daerah memperketat aktivitas namun ekonomi bisa terus bergerak.

    "Kenaikan kasus terjadi setelah kita mulai melonggarkan karena ekonomi. Untuk itu perlu diketatkan kembali tapi bukan me-lockdown ya karena ekonomi pun harus jalan. Hanya pengetatan di zona risiko penularan tinggi saja," tutupnya.(Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus