Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Indeks Demokrasi Indonesia dan Indeks Kemerdekaan Pers Meningkat, inilah beberapa faktornya

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_39419.jpg

    BANDUNG - Indeks Demokrasi Indonesia khususnya pulau Jawa membaik. Hal itu terungkap dalam webinar 'Reviu Hambatan Kebebasan Pers di Indonesia Wilayah Jawa, oleh Kementerian PPN/Bapenas melalui zoom meeting, Rabu (30/9/2020).

    Direktur Politik dan Komunikasi, Kedeputian Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan Kementerian PPN/Bapenas Wariki Sutikno menuturkan, peningkatan  Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) yg nilainya 74,92 di tahun 2019 (membaik dari tahun 2018 yg nilainya 72,39), atau kategori Sedang.

    "Meskipun angkanya naik sedikit dibanding tahun lalu, tetapi tetap ada peningkatan ke arah lebih baik. Kalau angkanya lebih dari 80 itu dikategorikan baik. Jadi memang masih banyak pr kita." katanya.

    Menurut Wariki beberapa faktor peningkatan Indeks Demokrasi Indonesia itu di antaranya adalah semakin meningkatnya partisipasi masyarakat dan pemerintah dalam dunia pers.

    "Ada peningkatan partisipasi masyarakat dan pemerintah. Misalnya Aksesibilitas  yang semakin lebar" tuturnya.

    Sementara itu anggota Dewan Pers Asep Setiawan mengatakan, masih adanya kekerasan terhadap wartawan menjadi penghambat kenaikan angka indeks kebebasan pers.

    "Masih adanya kekerasan terhadap wartawan itu menjadi penghambat naiknya angka indeks, dan beberapa indikator lain seperti kesejahteraan wartawan  dan lain-lain" ujarnya.

    Namun menurut Asep yang terpenting adalah kesadaran hukum dari masyarakat dan tingkat pendidikan wartawan yang harus  ditingkatkan. Masih banyak masyarakat yang jika merasa dirugikan oleh pemberitaan,  membawa kasusnya ke ranah hukum pidana.

    "Padahal sudah ada salurannya  berdasarkan undang-undang pers, adalah melalui Dewan Pers dulu untuk dimediasi. Sementara tingkat pendidikan wartawan yang masih relatif rendah, itu berpengaruh terhadap hasil karya jurnalistiknya, yang berpotensi menimbulkan masalah misalnya karena tidak berimbang dan lain-lain" jelas Asep.

    Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) di Jabar sendiri dari tahun 2018 terus mengalami peningkatan, dilihat dari lingkungan fisik dan politik, lingkungan hukum dan lingkungan ekonomi. IKP total Jabar tahun 2018 sebesar 68.47, tahun 2019 sebesar 70.65 dan tahun 2020 sebesar 75.54. Webinar Reviu Hambatan Kebebasan Pers di Indonesia Wilayah Jawa yang digelar Bapenas bertujuan mengidentifikasi berbagai permasalahan yang masih menjadi penghambat indeks kebebasan pers. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus