Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    BI Bandung Musnahkan Uang Rusak dan Uang Palsu

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/bank_indonesia.JPG

    BANDUNG – Sepanjang tahun 2011, Kantor Bank Indonesia( KBI ) Bandung telah memusnahkan uang tidak layak edar sebanyak 152 juta lembar uang kertas berbagai nilai. Pemusnahan uang tidak layak edar itu sebagai upaya untuk memelihara kualitas uang kartal yang diedarkan di masyarakat. Jumlah pemusnahan tersebut naik sebesar 29,64% dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

    Sementara menurut laporan KBI Bandung , jenis pecahan yang paling banyak dimusnahkan pada triwulan IV-2011 adalah jenis pecahan kecil (Rp1.000 – Rp5.000) sebesar 57,16% dari keseluruhan bilyet yang dimusnahkan Bank Indonesia Bandung, sementara jumlah uang dengan pecahan sedang (Rp10.000 dan Rp20.000) sebesar 23,64% dan pecahan besar (Rp50.000 dan Rp100.000) sebesar 34,60% dari total bilyet yang dimusnahkan.

    Sementara itu KBI Tasikmalaya melakukan pemusnahan uang kertas sebanyak 46,17 juta lembar atau turun 143,66% (qtq), dan KBI Cirebon melakukan pemusnahan uang kertas sebanyak 49,12 juta lembar atau naik 41,39% (qtq).  Uang Tidak Layak Edar (UTLE) yang telah dimusnahkan Bank Indonesia akan digantikan dengan Uang Layak Edar (ULE) yang siap digunakan untuk kebutuhan transaksi masyarakat sebanyak jumlah uang yang dimusnahkan.

    KBI Bandung juga merilis penemuan uang palsu di wilayah kerja KBI Bandung mengalami kenaikan baik dari sisi jumlah bilyet maupun nominal dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.  Selama triwulan IV-2011 tercatat sebanyak 4.743 uang palsu ditemukan atau naik sebesar 127,16% (qtq) dibandingkan triwulan sebelumnya, sedangkan secara nominal uang palsu yang ditemukan sebesar Rp206,97 juta atau naik sebesar 72,27% (qtq) dibandingkan triwulan sebelumnya.

    Pecahan uang palsu yang paling banyak ditemukan selama triwulan IV-2011 adalah uang kertas pecahan Rp50.000 sebanyak 46,83% dari total lembar uang palsu yang ditemukan. Peningkatan penemuan jumlah uang palsu, mengindikasikan semakin baiknya pemahaman masyarakat akan ciri-ciri keaslian uang, selain itu juga merupakan salah satu hasil kinerja aparat hukum dalam memberantas jaringan peredaran uang palsu.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus