Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Beginilah Harapan Warga Terdampak Banjir di Garut

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_39674.jpg

    KAB. GARUT- Ribuan warga saat ini memerlukan bantuan menyusul banjir bandang yang menerjang wilayah Garut Selatan pada Senin, 12 Oktober 2020 pagi, hingga merusak berbagai infrastruktur seperti jembatan, jalan raya serta perumahan dan area pertanian warga.

    Tokoh masyarakat Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Enggan Burhanudin mengatakan, akibat banjir bandang tersebut salah satu jembatan gantung di Kampung Sakambangan yang menghubungkan Desa Mekarwangi dengan Desa Sagara terputus.

    "Jembatan penghubung antara Desa Sagara dan Desa Mekarwangi yang rusak merupakan akses warga kedua desa untuk ekonomi dan pendidikan," kata Enggan, saat berada di lokasi terdampak banjir di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Rabu (14/20/2020) kemarin.

    Menurut Enggan yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Al Mannar Cibalong, jembatan penghubung antara Desa Sagara dan Desa Mekarwangi yang rusak merupakan akses warga kedua desa untuk ekonomi dan pendidikan.

    “Dengan robohnya jembatan ini, aktivitas lumpuh baik untuk akses pendidikan maupun akses ekonomi. Makanya saya mohon pertimbangannya, mudah-mudahan (perbaikan) ini jadi prioritas,” ucapnya.

    Enggan menambahkan, banyak warga dari Desa Mekarwangi yang menggunakan jembatan tersebut untuk menuju Puskesmas dan lembaga pendidikan yang ada di Desa Sagara dan Pameungpeuk.

    “Di Desa Sagara ada lembaga pendidikan madrasah ibtidaiyah, tsanawiyah, dan juga pondok pesantren. Kurang lebih di pondok pesantren ada 125 santri yang mukimin, murid tsanawiyah ada 117 siswa, madrasah ibtidaiyah ada 97 siswa," ujarnya.

    Enggan menjelaskan, akibat banjir bandang yang terjadi kemarin kegiatan belajar para santri diliburkan sementara dan kegiatan belajar madrasah secara daring dihentikan karena kendala jaringan internet.

    "Kita hentikan sementara kegiatan belajar mengajar baik tatap muka langsung maupun daring diliburkan," imbuhnya. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus