Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Kurangi Sampah, DLHK Kota Bandung Ubah Mazhab Kelola Sampah

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_39681.jpg

    KOTA BANDUNG- Pengelolaan sampah di Kota Bandung tidak lagi menggunakan mazhab T2T (TPS ke TPA) melainkan H2H (hulu ke hilir), dimana semua sampah di Kota Bandung harus dioptimalkan sebelum akhirnya sampak ke pengolahan akhir.

    Menurut Kepala Bidang Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Sopyan Hernadi, membahas masalah harus terus karenanya  pengelolaan sampah tidak hanya berbicara terkait membersihkan sampah dari pandangan mata saja tetapi harus menyeluruh.

    "Pengelolaan sampah itu harus runut mulai dari hulu (pengumpulan) hingga hilir (proses pengolahan akhir)," kata Sopyan, pada acara Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung, Kamis (15/10/2020).

    Sopyan mengatakan, saat ini DLHK tengah berupaya agar pengelolaan sampah bisa semakin baik, dimana pengelolaan sampah memiliki dua pemahaman dasar, yaitu terkait dengan pemanfaatan sampah sebagai sumber daya dan pelayanan publik. 

    "Sebagai sumber daya, sampah bisa menjadi alternatif profit center. Namun sebagai pelayanan pubkik, pengelolaan sampah merupakan "cost center", ucapnya.

    Sopyan menyatakan, program Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan sampah) harus terus disosialisasikan kepada masyarakat.

    "Kang Pisman mengajarkan kepada masyarakat untuk mengubah pola pikir food waste (setiap makanan hanya akan menjadi sampah organik) menjadi waste to food (mengubah sisa makanan menjadi makanan kembali)," jelasnya.

    Sopyan menambahkan, pihaknya terus mendorong agar setiap masyarakat sadar akan sampah dengan cara mengedukasi kepada masyarakat untuk dapat meningkatkan perannya hingga menuju kepada urban farming.

    "Selain memisahkan sampah, tetapi juga memanfaatkannya sehingga menciptakan nilai guna yang jauh lebih besar. Salah satu contoh nyata, Pendopo Kota Bandung telah memiliki Pojok Kang Pisman. Di sana tidak hanya mengubah sampah menjadi waste to food tetapi juga berkembang menjadi urban farming,” pungkasnya. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus