Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    SBM ITB Rumuskan 3 Skenario Energi dan Transportasi di Masa Ketidakpastian Covid-19

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_39683.jpg

    BANDUNG – Menjelang satu tahun Kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin, Sekolah Bisnis Manajemen Institut Teknologi Bandung (ITB) memberikan rumusan rekomendasi kebijakan di sector energi dan transportasi.

    “Scenario planning adalah salah satu metode perencanaan yang paling sesuai dalam kondisi ketidakpastian, seperti pada masa pandemi akibat Covid-19 sekarang ini,” ujar Dekan SBM ITB Prof Utomo Sarjono Putro dalam  Webinar bertajuk 'Quo Vadis 1 Tahun Kabinet Indonesia Maju: Bagaimana Skenario Energi dan Transportasi Masa Depan?', Kamis (15/10/2020)

    Pakar energi Center for Policy and Public Management (CPPM) dari SBM ITB, Ahmad Yuniarto menyampaikan tiga kemungkinan skenario sektor hulu migas yang dihadapi Indonesia hingga tahun 2023. Skenario yang dinamakan VisiPetro itu yakni Skenario Puting-Beliung, Skenario Musim Barat, dan Skenario Pancaroba. Praktisi migas ini mengungkapkan, meski bernama seperti cuaca, ketiga skenario tersebut sesungguhnya menunjukkan iklim sektor hulu migas Indonesia, yang dipengaruhi dua faktor yaitu pengelolaan pandemi dan konsolidasi industri. 

    "Skenario Puting-Beliung adalah situasi ketika dampak pandemi tak terkendali dan industri hulu migas tercerai-berai,” ujar Ahmad Yuniarto.

    Meskipun dampak pandemi dapat dikelola dengan efektif oleh pemerintah, jika industri hulu migas jalan di tempat karena iklim investasi yang tak kondusif, maka skenario yang mungkin terjadi adalah Musim Barat. Harapan akan muncul untuk sektor migas ini dalam Skenario Pancaroba. Yakni ketika dampak pandemi dapat dikelola secara efektif dan industri hulu migas mulai menata asa, dengan mengedepankan dampak ekonomi multiplier effect dari sektor ini dan bukan sekedar mengutamakan pendapatan negara. 

    “Diharapkan skenario yang disusun 16 pakar energi ini dapat bermanfaat bagi pemerintah sektor ESDM terutama Migas dalam menata langkah ke depan. Fragility dari sektor hulu migas ini sangat terekspos dengan adanya situasi pandemi ini,” ungkap dia. 

    Sementara itu dosen dan peneliti CPPM SBM ITB, Agung Wicaksono, menyampaikan kemungkinan tiga strategi di bidang transportasi public yang terdampak pandemi Covid-19. Agung mengatakan, ada tiga skenario untuk pemulihan bisnis transportasi publik yakni Skenario Gridlock, Skenario Busway, atau Skenario Highway. Mantan Direktur Utama Transjakarta ini menjelaskan, seperti Namanya, Skenario Gridlock menunjukkan kemungkinan situasi ketika kondisi pandemi Covid-19 berkepanjangan lebih dari 1 tahun dan kepercayaan masyarakat dalam menggunakan transportasi publik terus menurun karena kekhawatiran atas penularan di keramaian. Akibatnya, gridlock alias kemacetan akibat penggunaan kendaraan pribadi berlebihan terjadi di mana-mana. Dan bisnis transportasi umum pun dikhawatirkan mengalami stagnasi bahkan kontraksi akibatnya.

    “Skenario Busway bisa terjadi meskipun kondisi pandemi berkepanjangan lebih dari 1 tahun, namun kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan transportasi publik dapat pulih kembali,” imbuhnya.  Sehingga mereka bisa meluncur di jalur busway bebas hambatan. Itu berarti bisnis transportasi publik dapat pulih kembali meski harus mengalami konsolidasi agar lebih solid. “Peran operator transportasi publik dan pemerintah dalam memulihkan trust level dari masyarakat pengguna angkutan umum akan sangat penting,” kata dia. 

    Terakhir, skenario yang paling optimistis namun sulit terjadi adalah Skenario Highway, jalan bebas hambatan. “Skenario ini bak angkutan umum meluncur di jalan tol bebas hambatan, karena ternyata pandemi Covid-19 bisa berakhir kurang dari 1 tahun. Meskipun cukup sulit terjadi karena telah 10 bulan pandemi ini belum dapat dipastikan ketersediaan solusinya, tentunya harapan itu tetap ada menjelang awal 2021 nanti,” ucap Agung. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus