Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Wakaf Salman Salurkan Dana Perluasan Masjid Lautze 2

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_39883.jpg

    KOTA BANDUNG- Wakaf Salman lembali menyalurkan dana wakaf untuk perluasan Masjid Lautze 2. Kali ini penyaluran dana wakaf dari Sahabat Penderma sebesar Rp50 juta yang secara simbolis diberikan langsung oleh Luthfi Wisnuwardana selaku Corporate Secretary Wakaf Salman kepada Hernawan Mahfudz, Pembina Masjid Lautze 2. 

    Menurut Luthfi, sejak masjid ini didirikan tepatnya pada tahun 1997, Masjid Lautze 2 telah menjadi saksi ikrar syahadat 130 orang muallaf yang berasal dari berbagai kota di Indonesia, bahkan negara lain.

    "Masjid Lautze 2 tidak hanya menjadi tempat ikrar syahadat tetapi juga memberikan pembinaan kepada para calon muallaf dan muallaf," ucap Luthfi, di Masjid Lautze 2. 

    Luthfi mengataman, setiap tahun jumlah jamaah Masjid Lautze 2 dan muallaf semakin bertambah sementara Masjid Lautze 2 hanya memiliki daya tampung 600 jamaah, karenanya perluasan area dan renovasi masjid sangat dibutuhkan. 

    "Tahun 2020 ini Masjid Lautze 2 sedang berupaya membebaskan ruko yang  berada di tengah-tengah  ruang utama masjid serta tempat pembinaan muallaf," katanya. 

    Luthfi menuturkan, pada akhir tahun 2019, Wakaf Salman berkomitmen untuk memberikan dana sebesar Rp1,5 milyar rupiah guna mendukung proses pembebasan ruko dan renovasi Masjid Lautze 2 dan hingga Oktober ini Wakaf Salman telah menyalurkan wakaf dari Sahabat Penderma sebesar Rp 750 juta.

    Masjid Lautze 2 yang berada berlokasi di Jl. Tamblong No.27, Braga ini, berdiri dalam bentuk ruko-ruko yang digabungkan.  Awalnya Masjid Lautze 2 hanya memiliki satu bangunan ruko yaitu ruko no 27 yang berfungsi sebagai ruang utama masjid. Kemudian perluasan dilakukan dengan membebaskan bangunan ruko no 25 yang di atasnya terdapat rumah singgah.

     Rumah singgah ini diperuntukkan para mualaf yang berasal dari luar kota.  Bagian ruko yang dibebaskan saat ini adalah ruko no. 29, sedangkan ruko no. 31 tetap dalam status kontrak. 

    “Kami berharap pembebasan ruko ini segera lunas sebelum akhir tahun 2020. Sebelumnya target kami selesai pada Bulan Ramadhan lalu. Namun Qadarallah ternyata ada pandemi COVID-19, yah terpaksa mundur dari jadwal yang ditetapkan” ungkap Koko Hernawan, selaku pengelola Masjid Lautze 2. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus