Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Bansos Provinsi Gerakkan Ekonomi Lokal

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_39913.jpg

    KOTA BANDUNG' Pelibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pekerja lokal dan pesantren dalam pengadaan dan pengemasan bantuan sosial (bansos) Provinsi Jawa Barat tahap III, mampu menggerakkan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.

    Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Mohamad Arifin Soedjayana mengatakan, pelibatan banyak pihak dalam pengadaan bansos Jawa Barat tahap III menghadirkan multiplier effect, salah satunya meningkatkan daya beli masyarakat. 

    "Bansos Jabar tahap III dapat membantu menggerakkan roda ekonomi lokal dan salah satu bentuk upaya pemulihan ekonomi. Tujuh dari 10 komoditi paket nontunai bansos sebagian besar berasal dan produksi Jabar sehingga membantu tenaga kerja dan pelaku usaha Jabar," katanya.

    Bansos Jabar tahap III berupa bantuan tunai dan nontunai senilai Rp350 ribu. Rinciannya, bantuan tunai sebesar Rp100 ribu, 5 kg beras kualitas premium, 1 kg gula pasir, 1 liter minyak goreng, 1 paket sarden, 1 paket kornet, 500 gram garam, 1 paket vitamin C, 5 buah susu kemasan kotak 200 ml, 4 buah masker, dan 1 buah tas.

    "Yang tunai bisa dibelanjakan untuk kebutuhan sehari-hari, dan turut membantu warung dan pedagang di sekitar masyarakat," ucap Arifin, Senin (02/11/2020).

    Menurut Arifin, dalam pengadaan beras, pihaknya melibatkan Pesantren Nurul Iman dengan menyerap hasil produksi paling sedikit 100 ton, dimana hasil panen petani beras Jawa Barat ditampung, serta melibatkan sekitar 20 penggilingan beras di Jabar. 

    "Untuk komoditi gula, kami menyerap hasil panen petani tebu di Subang dan Majalengka, paling sedikit sebanyak 200 ton," ujarnya.

    Arifin menambahkan, Pemerintah Daerah  Provinsi Jawa Barat menggandeng peternak sapi perah untuk menyediakan komoditi susu UHT, ada sekitar 17.500 peternak sapi perah terlibat dalam penyediaan komoditas susu dalam bansos provinsi tahap III. 

    "Untuk pengadaan komoditi garam, kami menyerap paling sedikit 400 ton hasil panen petani garam di Cirebon. Termasuk pengadaan masker dan tas dengan memberdayakan UMKM di Jabar," tambahnya. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus