Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Wakil Gubernur Jabar Pimpin Prosesi Festival Panjalu 2012

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/dedeyusuf.jpg

    Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf menghadiri Festival Budaya Panjalu yang dipusatkan di Situ Lengkong dan Alun-Alun Panjalu Kabupaten Ciamis, Selasa (21/2) pagi. Kegiatan tersebut merupakan Tradisi tahunan Masyarakat Panjalu. Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur berkenan memimpin prosesi gelar tradisi Upacara Adat Nyangku. Bahkan masyarakat mandaulat agar Dede Yusuf membawa pedang warisan pusaka milik Syaidina Ali, yang disimpan Prabu Borosngora Raja Panjalu terakhir. Acara itu juga dihadiri Bupati Ciamis, dan ribuan masyarakat yang memadati ingin menyaksikan jalannya gelaran.
     
    Acara Nyangku merupakan prosesi ritual pencucian pusaka milik Kerajaan Panjalu di di Situ Panjalu, Kecamatan Panjalu, Ciamis, Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara Maulid Nabi trah Kerajaan Panjalu. Acara tersebut mirip dengan tradisi yang digelar Kesultanan Cirebon, Grebeg di Yogyakarta. Acara yang biasanya paling ditunggu masyarakat adalah Benda Pusaka milik Raja Borosngora, diantaranya Pedang warisan Syaidina Ali. Konon, Raja terakhir Panjalu itu sempat berguru langsung ke Mekah. “Mensucikan pusaka merupakan simbolik. Sesungguhnya mensucikan diri dan hati merupakan makna yang dikandung ritual tersebut,” ujar Dede.
     
    Menurut laporan Himendra selaku koordinator, acara yang dilaksanakan setiap tahun itu diselenggarakan olah Yayasan Borosngora Panjalu. Sebenarnya inti kegiatan Ritual Nyangku tersebut, yaitu membersihkan benda-benda pusaka yang dimiliki oleh kerajaan Panjalu. Pedang warisan Syaidina Ali yang diserahkan ke Raja Borosngora adalah pusaka utama Kerajaan Panjalu yang menjalani ritual pembersihan. Acara Nyangku berasal dari kata Yangko berarti bersih. Dalam Bahasa Sunda, Nyangku artinya 'Nyaangan Laku', yakni membersihkan perilaku dari hal-hal yang tidak baik.
     
    Lebih lanjut Himendra menjelaskan Sanghyang Prabu Borosngora adalah Raja Sunda pertama yang memeluk Islam dan diyakini mendapat ajaran langsung dari menantu Nabi, Baginda Sayiddina Ali di Mekkah Al-Mukarromah. Prabu Borosngora tidak saja mampu mengislamkan warga kerajaan dan masyarakat Panjalu, tetapi juga ke berbagai tempat di tanah air. Ritual Upacara Nyangku merupakan tradisi masyarakat setempat untuk menghormati leluhur Raja Panjalu bernama Borosngora yang biasa dilaksanakanan setiap bulan Maulud, pada minggu ke-4.
     
    Sumber lain mengatakan, Ritual Nyangku tersebut dilaksanakan sebagai bentuk  penghormatan, yang diawali dengan ziarah ke makam Prabu Hariang Kencana, seorang Raja Panjalu atau disebut Pangeran Bongosngora yang di makamkan di Situ Lengkong di Desa Panjalu Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis Jawa Barat Indonesia. Wakil Gubernur berharap adanya kegiatan peningkatan  perputaran ekonomi di daerah, terlebih Jawa Barat, penuh dengan ragam budaya dapat menjadi tujuan wisata religi, atau festival tahunan menarik kunjungan wisata mancanegara.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus