Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Jabar Hadirkan Inovasi Menuju Jabar Juara Lahir Batin

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_39981.jpg

    KOTA BANDUNG- Si Rampak Sekar adalah Sistem Perencanaan dan Penganggaran yang Terintegrasi antara Pemerintah Daerah Provinsi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota se-Jawa Barat dan Pemerintah Pusat. Sebelum kehadiran Si Rampak Sekar, sistem perencanaan dan penganggaran berbasis manual dan masih bersifat program follow money

    Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil mengatakan, dalam kurun dua tahun ini Jawa Barat memperbaiki proses perencanaan pembangunan melalui aplikasi namanya Si Rampak Sekar, dimana dengan sistem ini program terlebih dulu dimatangkan untuk kemudian dieksekusi baru anggaran diberikan sehingga tidak ada lagi dinas buang-buang uang, kemudian isunya adalah tidak terakses, terlalu top-down, pelayanan lambat cenderung menjadi ruang korupsi,”

    "Dulunya situasi masih banyak yang manual, masih berbasis yang sifatnya anggaran diberikan kemudian program di lapangan atau istilahnya program follow money,” paparnya.

    Gubernur menegaskan, dengan Si Rampak Sekar, Pemda Provinsi Jawa Barat bisa memastikan bahwa Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat sangat ketat, efisien, dan bisa dipertanggungjawabkan. 

    Sementara, Tunjangan Remunerasi Kinerja (TRK) adalah inovasi untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia atau ASN di Pemda Provinsi Jawa Barat. Melalui sistem ini, ASN di Jabar akan mendapatkan penghasilan sesuai dengan kinerjanya, dimana setiap hari ASN di Jabar harus absen melalui TRK dengan mencantumkan bukti hasil pekerjaan yang telah dilakukannya. 

    “Lewat TRK ini semua wajib mengisi (hasil pekerjaan) dengan detail, dievaluasi 360 derajat oleh sesamanya, sehingga menghasilkan tidak ada lagi orang yang bolos yang tidak ketahuan, tidak ada lagi yang masuk kerja tapi tidak bekerja, itu pasti ketahuan, dan tidak ada lagi PNS yang over time atau under time dari sisi pekerjaan,” ucapnya.

    Sedangkan Samsat Mobile Jawa Barat (Sambara) merupakan salah satu inovasi pelayanan publik di Jawa Barat dalam bidang perpajakan khususnya untuk pajak kendaraan bermotor. Dan sejak digulirkannya aplikasi ini terjadi peningkatan pendapatan pajak kendaraan bermotor di Jawa Barat yang naik hampir empat kali lipat dari sebelumnya pada  2018 Rp114 miliar lebih, saat ini pedapatan pajak pada 2019 naik menjadi Rp406 miliar lebih. 

    “Kita sekarang mengubah persepsinya bukan rakyat yang datang kepada negara tapi negara yang datang kepada rakyat. Jadi, untuk pembayaran kewajiban masyarakat terhadap pajak kita membiasakan diri kepada kebiasaan mereka,” katanya

    “(Sambara) ini menandakan inilah masa depan pelayanan publik di Indonesia, jangan dipersulit dan kita dekatkan kewajiban mereka kepada kebiasaan hidup mereka (masyarakat),” tuturnya. 

    Untuk program Desa Digital, merupakan pelayanan publik di Jabar dari sisi ekonomi inklusif. Ada delapan cara dalam mengembangkan ekonomi berbasis digital, yaitu; (1) komunikasi melalui sebuah aplikasi dimana kepala desa bisa berkomunikasi langsung dengan gubernur melalui WA group, (2) menghadirkan WA group warga desa, (3) memiliki akun media sosial untuk mempromosikan potensi desa, (4) aplikasi perikanan, peternakan, dan pertanian, (5) command center desa, (6) bisnis via digital, (7) aplikasi pelayanan publik desa, serta (8) pemancar signal dan wifi gratis di desa. 

    “Kami sangat bangga waktu saya mulai menjabat (sebagai Gubernur Jabar), kategori desa sangat tertinggal masih ada 48 desa, sekarang dalam hitungan satu tahun, sudah nol. Desa Mandiri atau desa bintang lima awalnya ada 37 desa, sekarang sudah 270 desa bintang lima,” ujarnya.

    Halnya inovasi Si Perut Laper merupakan Sistem Informasi Peta Peruntukan Lahan Perkebunan adalah aplikasi yang digunakan untuk memperbaiki kerusakan lingkungan dan ekonomi. Melalui aplikasi ini para petani bisa menanam komoditas perkebunan dan pertaniannya sesuai dengan peruntukan lahannya. 

    “Sistem informasi ini memberikan informasi bahwa tanah yang dimiliki kita misalnya tanah miring ini cocoknya bukan kentang tapi kopi, sehingga petani di Jawa Barat sekarang diedukasi bagaimana menanam tanaman yang laku dipasaran dan mana yang tanaman yang bisa menyelamatkan lingkungan. Dengan sistem ini membuat kenaikan produktivitas hingga 60 persen, kemudian penyerapan pasar naik sampai 59 persen, dan peningkatan pendapatan petani 86 persen,” jelasnya.

    Sedangkan Pikobar atau Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat adalah aplikasi yang memilki 23 vitur, mulai dari donasi, tes Covid-19, daftar relawan, cek bantuan sosial, dan lainnya. Sebelumnya, Pikobar telah mendapatkan penghargaan Special Award for Resiliency di IDC Digital Transformation Awards (DXa) Indonesia 2020 serta Top 21 Inovasi Pelayanan Publik Penanganan Covid-19 dari Kementerian PANRB RI Tahun 2020 kategori Special Award for Resiliency

    “Kami satu pintukan semua komunikasi publik dengan dan informasi menjadi satu genggaman,” tegas Gubernur.

    Selain itu ada Sekoper Cinta atau Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-Cita, merupakan salah satu pengembangan ekonomi inklusif untuk perempuan dimana para ibu di Jabar yang ingin lebih pintar dilembagakan dengan nama Sekoper Cinta. 

    Sekoper cinta merupakan wadah perempuan Jabar bertukar pengetahuan dan pengalaman untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Hal ini sebagai upaya untuk mewujudkan perempuan Jabar Juara yang mampu memberdayakan diri, keluarga, dan lingkunagn sekitarnya. Pada 2019, telah diwisuda sebanyak 2.700 lulusan Sekoper Cinta. 

    “Di program ini ada untuk edukasi ketahanan ekonomi, keharmonisan keluarga, termasuk sosial politik juga. Sekolah ini kami gunakan untuk mencegah ekstrimisme anti ideologi yang mungkin ada di desa-desa. Dan sekolah ini mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Korea Selatan sebagai pemberdayaan gender yang paling konkret, sehingga kami mendapat dana hibah dari Pemerintah Korea Selatan,” tambahnya. 

    Pogram lain yang dikembangkan di Jawa Barat adalah "InJabar" atau Institut Pembangunan Jawa Barat, adalah lembaga kepakaran kolaborasi Pemda Provinsi Jabar dan Unpad berbasis hasil riset. Injabar menjadi think tank penyusun dan pengambil kebijakan untuk daya saing dan kesejahteraan masyarakat Jabar. 

    Ada lima bidang kerja yang dilakukan InJabar, yaitu bidang konsultasi, bidang matematika, bidang survei dan statistika, bidang pembangunan perdesaan, bidang pelatihan dan assessment, serta bidang produk dan komunitas. 

    “Kami ingin menjadi provinsi yang paling tangguh dengan semangat kolaborasi dan inovasi dengan para akademisi. Tugas InJabar ini adalah menyatupintukan semua riset-riset di perguruan tinggi se-Jawa Barat,” pungkasnya. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus