Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pentingnya Komunikasi Publik dalam Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_39997.jpg

    KAB. SUMEDANG- Manajemen komunikasi publik yang baik berperan penting dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi daerah. Demikian dikemukakan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja saat membuka Rapat Koordinasi Divisi Komunikasi Publik Satuan Tugas Penanganan Covid-19 se-Jabar di Kampung Toga, Kabupaten Sumedang, Kamis (05/11/20). 

    Menurut Setiawan, informasi yang disampaikan harus disusun secara komprehensif, kreatif dan inovatif, untuk selanjutnya informasi disebarkan secara masif melalui berbagai platform sehingga masyarakat tergerak untuk turut menangani pandemi, seperti disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun). 

    "Kita berhadapan dengan banyaknya informasi bohong atau hoaks tentang pandemi Covid-19 yang beredar di berbagai platform," ucapnya.

    Setiawan menyatakan, ada tiga poin informasi penting yang mesti disampaikan kepada masyarakat, pertama berkaitan dengan penerapan protokol 3M sebagai upaya mencegah penularan Covid-19, kemudian pelaksanaan 3T (Testing, Tracing, dan Treatment) yang harus diinformasikan kepada masyarakat serta kondisi fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). 

    "Ketiga hal tersebut harus diinformasikan dan dikomunikiasikan dengan baik kepada masyarakat. Karena sebelum vaksin ditemukan, kedisiplinan masyarakat menjadi penting dalam penanganan Covid-19," katanya. 

    Setiawan mengatakan, Divisi Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19 se-Jabar perlu memanfaatkan teknologi dengan sebaik-baiknya yang tujuannya supaya masyarakat Jawa Barat menerima dan memahami informasi yang disampaikan. 

    "Peran tekonologi selama ini harus kita manfaatkan. Dan saya rasa Jawa Barat dan seluruh kabupaten/kota sudah memanfaatkan. Tinggal bagaimana sekarang mengoptimalkan peran teknologi ini," ujarnya.

    Setiawan menambahkan, manajemen komunikasi publik yang baik juga mesti dimiliki Komite Pemulihan Ekonomi Daerah (KPED) Jawa Barat,  terutama dalam menyosialisasikan Gerakan Silih Tulungan sebagai gerakan untuk memulihkan ekonomi Jabar. 

    "Maka challenge dari saya adalah bagaimana Gerakan Silih Tulungan ini bisa tersosialisasikan atau melekat di benak seluruh masyarakat Jawa Barat," imbuhnya. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus