Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Kawasan Rumah Pangan Lestari Solusi Ketahanan Pangan di Kabupaten Garut

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_40264.jpg

    GARUT, Tarogong Kidul -- Dalam mempertahankan ketersediaan pangan masyarakat di Kabupaten Garut, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut memiliki inovasi yaitu KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) melalui kegiatan memanfaatkan lahan pekarangan di sekitar tempat tinggal.

    Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut, Enok Rihawati mengatakan ketahanan pangan nasional dimulai dari tingkat rumah tangga.

    “Kualitas penganekaragaman konsumsi pangan berupa kegiatan Kawasan rumah pangan lestari jadi kami sampaikan bahwa ketahanan pangan nasional itu dimulai dari ketahanan pangan ditingkat rumah tangga oleh karena itu akses rumah tangga terhadap pangan sangat penting sehingga pangan dapat dengan mudah didapat dan selalu tersedia setiap saat,” kata Enok saat ditemui di kantornya, Jalan Terusan Pahlawan, Kelurahan Sukagalih, Jum’at (20/11/2020).

    Ia menyampaikan, sasaran penerima dari kegiatan KRPL ini biasanya adalah kelompok wanita tani yang memanfaatkan lahan kosong di pekarangan tempat tinggalnya.

    “Sasaran penerima dari kegiatan ini adalah kelompok, biasanya adalah kelompok wanita tani yang akan memanfaatkan lahan yang dimilikinya dengan menanam berbagai komoditas sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral,” ucap Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut.

    Jadi konsep dalam Kawasan rumah pangan lestari, lanjutnya, adalah 3E yaitu adalah ekologi, edukasi, dan ekonomi, “Ekologi menyelamatkan lingkungan dan mengembalikan kesuburan tanah, dan yang kedua edukasinya adalah pendidikan masyarakat terutama untuk generasi mendatang lebih cinta lingkungan, yang ketiganya ekonomi itu dapat menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan,” lanjutnya.

    Manfaat utama KPRL sendiri adalah sebagai sumber pangan keluarga, baik karbohidrat, protein, vitamin dan mineral sehingga diharapkan keluarga dapat meningkatkan kualitas  gizi  asupan gizi keluarganya.

    Selain itu, manfaat pendukungnya adalah meningkatkan pendapatan karena ada penurunan pengeluaran rumah tangga untuk pangan.

    “Manfaat pendukungnya tentu peningkatan pendapatan karena ada penurunan pengeluaran rumah tangga untuk pangan,  jadi tidak membeli ke warung tetapi untuk konsumsi keluarga, itu mengambil dari lahan pekarangan dan dari situ juga diharapkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat dapat meningkat,” ucap Enok.

    Sementara itu, Kepala Bidang  Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan DKP, Yani Yuliani, mengatakan salah satu program untuk mengedukasi masyarakat terkait ketahanan di keluarga adalah dengan program Kawasan Rumah Pangan Lestari.

    “Salah satu program yang ada di Dinas Ketahanan Pangan dan ini merupakan salah satu percontohan bagaimana kita mengedukasi masyarakat tentang pemanfaatan lahan pekarangan, ada konsep yang kita kembangkan bagi para masyarakat yaitu Kawasan Rumah Pangan Lestari dimana kita bisa memotivasi masyarakat untuk mandiri dalam hal penyediaan pangan sebagai pemenuhan  kebutuhan gizi keluarga sehari-hari.” Pungkasnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus