Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    November, Jabar Alami Inflasi 0,29 Persen

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_40398.JPG

    BANDUNG - Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar menyebutkan inflasi Jabar pada November 2020 tercatat sebesar 0,29 persen.

    Disebutkan, November 2020 IHK Gabungan Jawa Barat yang meliputi 7 kota yaitu Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Bekasi, Kota Depok dan Kota Tasikmalaya mengalami kenaikan indeks. IHK dari 105,89 di Oktober 2020 menjadi 106,20 di November 2020, dengan demikian terjadi inflasisebesar 0,29 persen.

    Semenyara itu, laju inflasi tahun kalender “year to date” (Januari – November 2020) sebesar 1,65 persen dan laju inflasi dari tahun ke tahun “year on year” (November 2020 terhadap November 2019) tercatat sebesar 1,99 persen.

    Dari 11 (sebelas) kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi yaitu Kelompok Makanan, Minuman & Tembakau sebesar 0,90 persen; Kelompok Pakaian & Alas Kaki sebesar 0,24 persen; Kelompok Perlengkapan, Peralatan & Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga sebesar 0,11 persen; Kelompok Kesehatan sebesar 1,07 persen; Kelompok Transportasi sebesar 0,11 persen; Kelompok Informasi, Komunikasi & Jasa Keuangan sebesar 0,13 persen; Kelompok Rekreasi, Olahraga & Budaya sebesar 0,21 persen; dan Kelompok Penyediaan Makanan & Minuman/Restoran sebesar 0,11 persen.

    Adapun yang mengalami deflasi yaitu Kelompok Perawatan Pribadi & Jasa Lainnya sebesar 0,10 persen. Sedangkan Kelompok Perumahan, Air, Listrik, & Bahan Bakar Rumah; dan Kelompok Pendidikan tidak mengalami perubahan indeks harga.

    Dari tujuh kota pantauan IHK di Jawa Barat November 2020 seluruhnya mengalami inflasi yaitu Kota Bogor sebesar 0,32 persen; Kota Sukabumi sebesar 0,35 persen; Kota Bandung sebesar 0,26 persen; Kota Cirebon sebesar 0,33 persen; Kota Bekasi sebesar 0,28 persen; Kota Depok sebesar 0,32 persen; dan Kota Tasikmalaya sebesar 0,27 persen. Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus