Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Saat Anak Muda Perduli untuk Lestarikan Lahan Kritis di Pangalengan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_40453.jpg

    BANDUNG - Perbaikan lingkungan menjadi salah satu upaya untuk mengatasi persoalan bencana. Namun tidak bisa semua itu diserahkan kepada pemerintah sepenuhnya, peran serta sektor usaha dan masyarakat menjadi kunci agar persoalan lingkungna dapat dituntaskan.

    Berangkat dari keprihatinan itu sekelompok anak-anak muda yang tergabung dalam kelompok Pecinta Alam Penelusur Belantara Tapak Tiara tergerak untuk melestarikan lahan-lahan kritis di kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

    Aksi mereka mendapatkan dukungan dari perusahaan pembangkit listrik tenaga panas bumi Star Energy Geothermal Wayang Windu Limited (SEGWWL) yang beroperasi di kawasan Pangalengan untuk merestorasi Leuweung Citere.

    Menurut Ketua Garis Besar Program Kegiatan Pencinta Alam Penelusur Belantara Tapak Tiara, Dedi Ruhiyat saat pertama kali masuk ke Leuweung Citere pada September 2017 kondisi di lapangan tidak bisa disebut hutan. Meskipun masyarakat setempat menamakannya sebagai leuweung yang dalam Sunda berarti hutan. Namun yang terlihat hanyalah hamparan padang rumput yang saat kemarau terlihat gersang.

    Bahkan di dalam Leuweung Citere tersebut terdapat situ (danau) yang  kondisi airnya sudah mengering padahal kawasan itu merupakan salah satu sumber air bagi masyarakat Jawa Barat dengan adanya PDAM Tirta Raharja di kawasan tersebut.

    Setelah melihat kondisi dilapangan, tanpa pikir panjang Dedi bersama rekan-rekannya menyusun program untuk disampaikan kepada Star Energy Geothermal Wayang Windu Limited (SEGWWL) yang ternyata mendapat dukungan penuh sehingga dibuatlah program restorasi yang dinamakan Cinta Bakti Lestari.

    Butuh waktu tiga tahun bagi Dedi dan rekan-rekannya untuk merestorasi area konservasi seluas 1,4 hektare yang berlokasi di lahan milik PTPN VIII Kertamanah sehingga akhirnya situ yang semula kering tersebut kini kembali berair.

    Dedi menjelaskan bekerja sama dengan masyarakat di Desa Margamukti dan komunitas sekitar seperti Karang Taruna, Pramuka, siswa sekolah melakukan penanaman bibit pohon sekaligus memelihara lingkungan di sekitar kawasan.

    "Saat ini sudah ada 28 komunitas yang terlibat untuk memelihara lingkungan di Citere," ujar Dedi.

    Sampai saat ini, jelas Dedi, di Leuweung Citere telah ditanami 1.240 pohon dengan tinggi rata-rata 2 meter. Upaya tersebut membuahkan hasil, sebanyak 19 mata air yang selama ini kering kini kembali mengeluarkan air sehingga situ tersebut kini penuh dengan air.

    "Kira-kira separoh dari luas lahan yang kita kelola (1,4 hektare) sudah terisi kembali, padahal awalnya saat kemarau situ tersebut tidak ada airnya," kata Dedi.

    Rupanya kerja keras yang diraih Dedi bersama-sama rekannya itu dinilai sukses, sehingga program Citra Bakti Lestari diperluas untuk menggarap kawasan konservasi Citiis yang berlokasi di petak 72 Perhutani yang masih berlokasi di selatan Bandung.

    Sama halnya di Leuweu Citere, di Citiis juga terdapat situ yang sudah mengering. Namun berkat program restorasi secara berkesinambungan saat ini sudah empat mata air yang kembali mengeluarkan air.

    Mengingat programnya masih baru kapasitasnya masih kecil yakni 4 liter per detik, berbeda dengan di Citere yang saat ini menghasilkan 50 liter per detik, sedangkan saat kemarau sebanyak 30 liter per detik.

    Dedi juga menyampaikan konservasi yang dilakukan termasuk dalam kawasan Gunung Tilu yang merupakan habitat satwa langka salah satunya macan tutul dan ragam burung.

    Acting Head of Department Star Energy Geothermal Nungki N. Hendradjati mengatakan sebagai anak usaha Barito Pacific yang bergerak di bidang pemanfaatan potensi energi panas bumi berkomitmen untuk selalu mematuhi peraturan dan perundangan yang berlaku, terutama  di bidang Lingkungan.

    Hal ini merupakan wujud dari semangat dari Barito Pacific Group untuk mendorong perkembangan energi dan ekonomi ramah lingkungan di Indonesia. Hal itu juga yang mendorong SEGWWL bekerja sama dengan kelompok pecinta alam Tapak Tiara dalam bidang konservasi air di kawasan Pengalengan.

    Selain bekerjasama dengan organisasi pelestarian lingkungan, SEGWWL sebagai pemilik dan pengelola PLTP Wayang Windu dengan kapasitas listrik saat ini sebesar 227 MW ini secara konsisten melakukan pengelolaan lingkungan didalam kawasan maupun sekitar wilayah kerja operasi guna menimalisir potensi dampak dari kegiatan operasional.

    Diantara upaya yang dilakukan oleh SEGWWL untuk mengelola lingkungan, contohnya, Program efisiensi & konservasi air, pelestarian Keanekaragaman Hayati.  (Jo)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus