Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Relawan Vaksin Covid-19 Jalani Enam Kali Kunjungan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_40633.jpg

    KOTA BANDUNG- Juru bicara tim uji klinis vaksin Covid-19 Universitas Padjadjaran (Unpad), Rodman Tarigan mengatakan, relawan uji klinis vaksin fase tiga Covid-19 Sinovac melakukan enam kunjungan penelitian selama uji klinis berlangsung. 

    Pada kunjungan pertama atau Visit 0 (V0), relawan mendapatkan penjelasan mengenai alur uji klinis dan swab test dan jika hasil tes negatif, relawan melakukan kunjungan kedua atau Visit (V1). 

    Dalam V1, relawan menjalani penyuntikan pertama sedangkan penyuntikan kedua dilakukan 14 hari setelah penyuntikan pertama pada kunjungan ketiga atau Visit 2 (V2). 

    Setelah V2, relawan melakukan tiga kali pengambilan darah pada kunjungan keempat atau Visit 3 (V3) yang dilakukan 14 hari setelah penyuntikan kedua, kunjungan kelima atau Visit 3A (V3A) yang dilaksanakan tiga bulan dari penyuntikan kedua dan kunjungan keenam atau Visit 4 (V4) yang dilakukan enam bulan setelah penyuntikan kedua.

    Rodman menjelaskan, pengecekan darah enam bulan setelah penyuntikan dilakukan untuk melihat konsistensi antibodi. 

    "Untuk mengetahui berapa lama kekebalan atau antibodi yang terbentuk pada relawan yang mendapatkan vaksin," katanya.

    Rodman juga menegaskan, dalam uji klinis vaksin Covid-19, ada relawan yang mendapatkan suntik vaksin dan ada relawan yang mendapatkan suntik placebo. 

    "Setelah pengecekan antibodi enam bulan dari penyuntikan kedua, laporan lengkap akan disusun dan dikirim. Kira-kira April 2021. Sedangkan, pada Desember, kami juga mengirim laporan interim atau laporan sementara," ucapnya. 

    Semua tahapan uji klinis vaksin fase tiga Covid-19 Sinovac tersebut dijalani Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil yang juga menjadi relawan dalam uji klinis tersebut dan kunjungan kelima atau Visit 3A (V3A) di Puskesmas Garuda, Kota Bandung, pada Senin (14/12/2020). 

    Menurut Gubernur, relawan vaksin Covid-19 Bio Farma ini harus dicek tidak hanya tiga bulan seperti bulan ini tetapi juga saat enam bulan sehingga kembali harus diambil darah pada Maret 2021. 

    "Saya mengimbau masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun, dengan ketat. Dan saya tentunya harus memberikan kabar ini kepada warga Jabar dengan tetap terapkan protokol kesehatan 3M karena vaksin tidak secepat yang kita harapkan,” tuturnya.

    Gubernur juga menjelaskan, selama menjadi relawan uji klinis, dirinya tidak mengalami kendala termasuk kondisi kesehatannya pun tidak mengalami gangguan. 

    “Alhamdulillah berkali-kali menjalani swab test, hasilnya selalu negatif. Apakah ini karena faktor vaksin atau tidak, belum bisa disimpulkan," ucapnya. 

    Gubernur melaporkan, pihaknya sudah melakukan survei terkait vaksinasi mulai pada 3 Desember sampai 10 Desember 2020 dengan melibatkan 1.086 responden, dimana yang hasilnya, 93,2 persen responden mengetahui rencana vaksinasi Covid-19. 

    “Dari hasil survei juga hanya 14% responden yang tidak mau divaksin, jadi mayoritas warga itu mau divaksin dan masih menunggu kabar, kira-kira begitu, jadi edukasi pemberian vaksin sudah sangat baik,” ujarnya.

    Gubernur mengajak semua pihak, khususnya media massa untuk intens meningkatkan sosialisasi dan edukasi soal vaksinasi. Ia juga menegaskan, alasannya menjadi relawan uji klinis vaksin Covid-19 adalah menjawab kekhawatiran masyarakat akan vaksin. 

    “Kami pun akan jujur kalau sakit kalau gagal kami akan sampaikan karena ini menyangkut kesehatan dan nyawa manusia. Kalau berhasil pun bisa lihat kondisi kami (relawan vaksin dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Jabar) karena kami pengambil keputusan. Kami pemerintah dan kami juga relawan. Saya bertanggung jawab secara pribadi lahir batin terkait transparansi dampak terkait vaksin ini,” jelasnya. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus