Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Dekranasda Jabar Fokus Angkat Daya Saing dan Daya Jual Produk Lokal di Masa Pandemi

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_40636.jpg

    KOTA BANDUNG- Pandemi global Covid-19 berdampak terhadap segala sendi kehidupan, mulai dari pariwisata hingga ekonomi, pelajar hingga ibu-ibu, juga dari perusahaan hingga Usaha Kecil Menengah (UKM), termasuk para pengrajin di Jawa Barat. 

    Untuk itu, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Barat berupaya mendorong pertumbuhan serta meningkatkan daya jual pengrajin lokal agar bertahan di tengah pandemi dan berkembang di masa pemulihan ekonomi. 

    Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya fokus meningkatkan daya saing dan daya jual produk para pengrajin di Jawa Barat dengan mendorong inovasi, digitalisasi, dan kreativitas produk. 

    "Yang paling penting di masa pandemi Covid-19 adalah melakukan kreativitas dan inovasi terkait dengan produk-produk yang saat ini dibutuhkan dan bisa diterima oleh masyarakat. Kreativitas ini bisa mengantarkan pengrajin bertahan dan menjadi solusi di tengah masyarakat, termasuk saat pandemi,," ucap Atalia, di Kota Bandung, Kamis (17/12/2020).

    Menurut Atalia, di masa pandemi, kegiatan rutin Dekranasda Jawa Barat mulai dari seminar, workshop, fashion show, pameran, hingga talk show pun disesuaikan menjadi web seminar (webinar) maupun workshop pembuatan face shield hingga agenda lain yang digelar dengan protokol kesehatan Covid-19. 

    "Dipilih pelatihan face shield karena merupakan salah satu produk yang dibutuhkan oleh masyarakat di tengah pandemi untuk mencegah penyebaran atau penularan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19," ujarnya.

    Atalia menambahkan, selain di Kota Bandung, Workshop Pembuatan Face Shield juga dilakukan di Kota Cimahi, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Bandung. Meski hanya berlangsung di empat daerah, tetapi pelatihan itu juga menjaring peserta asal Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Bandung Barat. 

    "Saya berharap pelatihan tersebut bisa memberikan motivasi kepada para pengrajin di Jabar untuk terus berkarya dan produktif di tengah pandemi Covid-19. Inovasi itu bisa muncul atau kita lakukan dari apa yang kita lihat, kita dengar, dan kita rasakan," tuturnya.

    Atalia menghimbau kepada para pengrajin Jawa Barat di mana pun berada, untuk tetap semangat menghasilkan karya-karya terbaik disesuaikan dengan kebutuhan di masa itu, termasuk kali ini di tengah pandemi Covid-19.

    Selain menggelar pelatihan, Dekranasda Jabar juga mendorong daya saing kreasi lokal lewat pameran virtual “Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ)” kerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jabar pada 11-15 Agustus 2020 yang diikuti 60 pengrajin pilihan se-Jabar. 

    “Pameran produk terpilih ini sekaligus mendukung peningkatan ekspor ekonomi kreatif Jabar. Apalagi Jabar memiliki banyak potensi kreatif, mulai dari alam hingga kriya, yang bisa menyokong pemulihan ekonomi pascapandemi,” katanya. 

    Atalia menegaskan, sejak awal pandemi Dekranasda Jabar terus mendorong pengrajin untuk berkreasi, berinovasi, agar bertahan dan bisa merasakan optimisme perekonomian pascapandemi Covid-19. Dan Dekranasda Jabar juga selalu mengingatkan pengrajin binaan untuk memanfaatkan teknologi digital dalam pelatihan e-commerce. 

    "Pengrajin akan semakin tangguh jika bisa melakukan pemasaran secara online. Apalagi karena pandemi, banyak masyarakat yang semakin melek teknologi karena semua dilakukan dari rumah, dulu offline sekarang serba online, termasuk belanja,” ujarnya.

    Sementara medio November hingga awal Desember 2020, Dekranasda Jabar menggelar “Workshop Fotografi Produk” di 14 daerah yakni Kabupaten Bandung Barat, Cianjur, Sukabumi, Garut, Bogor, Ciamis, Cirebon, Tasikmalaya, Subang, serta Kota Cimahi, Bogor, Tasikmalaya, Banjar, dan Cirebon dengan materi antara lain teori dasar fotografi, praktik teknik fotografi produk, hingga media digital promotion.

    Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam menyajikan foto produk yang menarik sehingga bisa meningkatkan daya saing dan daya jual di marketplace maupun media sosial. 

    Di Kabupaten Subang, Workshop Fotografi Produk diberikan kepada warga Desa Patimban, Kecamatan Pusakanagara, di Balai Desa Patimban pada 7 November 2020. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya pengembangan warga sekitar terkait pembangunan Pelabuhan Patimban yang diproyeksikan menjadi pelabuhan terbesar dan tercanggih di Indonesia. 

    Dalam agenda terbaru, Dekranasda Jabar juga mendorong daya saing dan daya jual produk lokal dengan menggelar Lomba Produksi Face Shield dengan total hadiah Rp10 juta, dimana penjurian dilakukan pada 10 Desember 2020 dengan menghadirkan akademisi di bidang terkait. 

    Atalia berharap, melalui kegiatan-kegiatan Dekranasda Jabar di masa pandemi maupun sebelum pandemi Covid-19, para pengrajin se-Jabar mampu berkreasi secara inovatif sehingga bisa bersaing dan optimistis menatap perekonomian pascapandemi. 

    “Kunci sukses usaha adalah rasa percaya diri, memperluas jaringan pasar, kreatif, inovatif, terbuka untuk informasi, berpikir positif, telaten, dan sabar. Mari bersama-sama memajukan usaha anak bangsa,” ajak sosok "Pejuang Perempuan di Masa Pandemi Covid-19" versi KNPI Jabar ini. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus