Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Dishub Jabar Siapkan 2.600 Rapid Test Antigen

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_40727.jpg

    KAB. PURWAKARTA- Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat, Hery Antasari menyatakan, pihaknya menyiapkan sebanyak 2.600 rapid test antigen untuk pelaku perjalanan dalam pengetesan kali ini. 

    "Rapid test antigen untuk pelaku perjalanan tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub)," kata Hery, saat meninjau pengetesan di Rest Area 97B, Kab. Purwakarta, Sabtu (26/12/2020). 

    Menurut Hery, selama dua hari pelaksanaan rapid test antigen pada 24 dan 25 Desember 2020, dari 133 pelaku perjalanan, dua di antaranya positif Covid-19 dan mereka yang positif Covid-19 diharuskan mengunjungi unit kesehatan terdekat untuk melaksanakan pengetesan metode uji usap (swab test) PCR dan menjalani isolasi mandiri sampai hasil PCR keluar. 

    "Kami berkolaborasi dengan Dishub Kabupaten/Kota, Satpol PP Provinsi maupun Kabupaten/Kota, Dinas Kesehatan Provinsi maupun Kabupaten/Kota, TNI/Polri dan Jasa Marga. Kolaborasi ini dilakukan agar pengetesan berjalan optimal sementara pelaku perjalanan yang dinyatakan positif Covid-19 langsung mendapat penanganan yang tepat," ucapnya.

    Menurut Hery, selain pelaksanaan rapid test antigen, Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Barat memeriksa penerapan protokol kesehatan 3M di rest area Tol Cipali maupun Cipularang serta mengimbau pelaku perjalanan untuk menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan melakukan pengetesan guna memastikan dirinya negatif Covid-19. 

    "Anggap saja kita sedang berkomunikasi dengan orang positif Covid-19. Jadi kita harus pakai masker dengan benar dan jaga jarak. Atau kita anggap diri kita membawa virus. Bagaimana kita jangan sampai menularkan kepada orang lain," ujarnya.

    Sementara itu, Abdurahman, salah satu pelaku perjalanan mengapresiasi pelaksanaan rapid test antigen di rest area. Menurutnya, banyak pelaku perjalanan yang sulit melakukan rapid test antigen secara mandiri. 

     "Sangat bagus ini suatu program yang luar biasa. Di daerah saya bayar, baru ini saya temukan yang gratis. Tidak semua masyarakat itu sanggup untuk membayar hal-hal seperti ini. Memang ini suatu kebutuhan karena menyangkut masalah kesehatan," imbuhnya. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus