Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Sekoper Cinta Bakal Jadi Program Lawan Rentenir

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_40739.jpg

    BANDUNG - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional (KR) 2 Jawa Barat (Jabar) Indarto Budiwitono menyebutkan sejumlah target yang bakal dikerjakan tahun 2021 oleh Tim Percepatan Akselerasi Keuangan Daerah (TPAKD) Jabar.  

    Setidaknya ada tiga program besar yang bakal dilakukan antara lain bisnis matching, inklusi keuangan melalui resi gudang dan sekoper cinta untuk melawan rentenir. Upaya itu dilakukan untuk perluasan akses keuangan terutama pada sektor produktif.

    "Hari ini kita juga meluncurkan aplikasi TPAKD Recovery Center untuk mendukung percepatan akses keuangan didaerah. Ini tentu perlu dukungan serius dari para pemangku kepentingan di Jabar," tegasnya dalam webinar "Sinergi Pemulihan Ekonomi Jawa Barat" Senin (28/11/2020).
     
    Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmadja mengatakan selama tahun 2020 sudah banyak langkah yang dilakukan TPAKD untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Jabar terutama selama masa recovery akibat pandemi Covid-19.

    "Ada empat yang kita kerjakan yakni bisnis matching, optimalisasi BUMDes, upaya mengurangi ketergantungan pada rentenir dan program peningkatan akun rekening khususnya pelajar atau KEJAR," tegasnya.

    Bisnis matching yang dilakukan antara lain pada pertanian rakyat komoditas tebu di Majalengka. Melalui BUMDes, masyarakat mengelola HGU dengan tanaman tebu. Bekerjasama dengan PG Jatitujuh.

    Disebutkan, program ini telah menyerap bantuan modal dari BNI dan bank bjb, senilai Rp87,5 miliar. Bisnis matching juga dilakukan pada petani jagung di berbagai wilayah Jabar senilai Rp5,2 miliar. Lalu perkebunan mangga di Majalengka seluas 200 hektare dengan bantuan modal KUR kepada petani senilai total Rp6,85 miliar.

    "Kredit mesra juga sudah disalurkan sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada rentenir, melalui bjb senilai Rp13,2 miliar kepada 567 debitur," tegasnya.
     
    Sementara itu program KEJAR untuk mendorong kepemilikan rekening telah menyasar 9.041 sekolah dan mampu menambah jumlah rekening pelajar sebanyak 1.446.220 rekening baru.

    "Saya mendorong terbentuknya TPAKD setiap daerah di Jabar agar memiliki kesamaan pemahaman dan komitmen dari semua pemangku kepentingan untuk mempercepat akses keuangan masyarakat didaerah," tuturnya. jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus