Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Laki-laki dan Perempuan Sama-sama Bertanggungjawab

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/Ledia_Hanifa_Amaliah_jg.jpg

    BANDUNG-Isu larangan berpakaian mini di areal gedung DPR  pada akhirnya menjadi sebuah perdebatan yang tidak sehat ketika arahnya menjadi seolah-olah laki-laki dan perempuan saling bertikai untuk memperebutkan hak. Hak untuk berpakaian mini dan hak untuk  meliarkan pandangan.

    Ada perempuan sewot dan menuding laki-laki terlalu berpikiran kotor dan kurang kerjaan sehingga mengurusi rok mini. Ada laki-laki geram karena perempuan seenaknya berpakaian mini dan seksi hingga mengganggu pandangan dan konsentrasi.

    “Ini jelas menjadi tidak sehat kalau semua pihak hanya  berpikir tentang dirinya dan “haknya” masing-masing. Padahal soal menjaga kepatutan bersikap, berperilaku, berkata-kata, baik laki-laki maupun perempuan sama-sama beertanggungjawab.” Kata Ledia Hanifa, aleg Komisi VIII DPR RI yang salah satunya mengurusi soal Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anakreleasenya yang diterima redaksi jabarprov.go.id, Kamis (8/3)

    Dalam pergaulan sehari-hari, meninggikan tanggungjawab semestinya lebih diutamakan daripada menuntut hak. Bahkan dengan menegakkan tanggungjawab, hak-hak diri kita pun akan terpenuhi.

    “Tak usah marah, sewot, atau geramlah. Coba kita penuhi dulu tanggungjawab kita dalam kehidupan sosial, dengan menjadi orang yang sadar dan selalu menjaga kepatutan, kesantunan dalam berperilaku, bersikap, berkata-kata,  maka hasilnya, hak kita untuk hidup bersosial dengan nyaman, tenang  dan damai juga akan didapat.”

    Kami  mengingatkan, agar kaum laki-lakiuntuk menjaga diri tidak mengumbar pandangan, bersenda gurau yang mengarah pada omongan jorok, sexis atau melecehkan perempuan. “Seringnya kan begitu, sebagian laki-laki suka jelalatan, bercanda rada porno, sexis atau malah berkata yang merendahkan perempuan, seperti, alaah perempuan bisa apa sih. Atau kalau ada pekerjaan perempuan yang tidak beres, berkata, dasar perempuan!”, tegas Ledia.

    Ledia juga menghimbau kepada para perempuan agarmenjaga sikap, kata-kata  dan perilaku. “Kalau dihimbau tidak berpakaian mini ya jangan sewotlah. Kan kita semua sama-sama bertanggungjawab menjaga kepatutan. Jangan karena laki-laki tidak boleh mengumbar pandangan, tidak boleh melakukan pelecehan, menghina, merendahkan perempuan, lantas berarti perempuan  jadi boleh seenaknya dalam bersikap, berperilaku, termasuk berpakaian.“ demikian papar Ketua Bidang Humas Kaukus Perempuan Parlemen RI ini pula.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus