Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Tukar Sampah Non Organik Anda dengan Uang!

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_40905.jpg
    foto https://id.theasianparent.com/

    BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan PT Advis Media Digital untuk menggunakan penggunaan aplikasi "Greeny" dalam  hal pengelolaan sampah non organik dengan tujuan peningkatan kualitas lingkungan hidup di Jawa Barat melalui teknologi informasi dan komunikasi serta pemanfaatan jasa layanan perbankan. 

    Asisten Administrasi Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat Dudi Sudrajat mengatakan, aplikasi tersebut hampir mirip dengan layanan jemput masyarakat. Namun bedanya sampah anorganik yang dihasilkan masyarakat yang diambil oleh petugas dari rumah, kantor atau komunitas setiap periodenya. Nantinya sampah yang diambil dari masyarakat tersebut akan ditukar dalam bentuk uang digital. 

    "Jadi nuker sampah dapat uang," ujar Dudi usai membuka kegiatan kerja sama secara virtual di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (12/1/2021). 
    Menurut Dudi, pihaknya akan melakukan ujicoba layanan aplikasi tersebut mulai dari kantor pemerintah Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate dan di Kawaluyaan atau seputar Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung. 

    "Ini program bagus ya, kami dukung karena selama ini masih ada sampah yang berserakan di ruang umum atau pemukiman warga. Kalau disadarkan bahwa dengan sampah bisa menghasilkan mudah-mudahan bisa mengurangi sampah yang dibuang sembarangan," ucap dia. 

    Diakui Dudi, dalam pengelolaan sampah pemerintah tidak bisa bekerja sendiri untuk menuntaskan persoalan sampah. Dengan demikian perlu kerja sama dengan berbagai pihak yang terkait. 

    "Ke depan, kalau bisa kerja sama ini bisa juga mengelola sampah organik. Lalu nanti kita lakukan lagi sosialisasi yang lebih masif," ujar dia. 

    Dikutip dari Play Store, Greeny adalah platform yang mengubah sampah menjadi berharga. Greeny memberikan solusi untuk lingkungan hidup, memberikan penghasilan kepada warga & RW, memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat sebagai mitra pengumpul.

    Greeny membantu pasokan bahan baku bagi Industri serta merawat lingkungan Indonesia menjadi negara yang bersih. 

    Setiap pengguna hanya menempatkan sampah plastik, kertas & logam, kedalam wadah yang telah disediakan Greeny disetiap rumah pengguna aplikasi Greeny. 

    Sampah non organik yang dimasukkan kedalam wadah telah dikelompokkan, plastik, kertas dan logam. Pastikan tidak tercampur dengan sampah organik, air atau sisa kotoran, agar penimbangan dilakukan secara akurat. 

    Setelah wadah sampah pengguna penuh, tekan tombol untuk memanggil mitra melalui fitur kontak, chat atau WhatsApp. Mitra akan menjemput sampah non organik setiap saat yang diinginkan pengguna aplikasi Greeny. 

    Mitra penjemput sampah pengguna tidak pernah berganti, tetap bertanggung jawab diwilayah lingkungan pengguna untuk menjamin kenyamanan dan keamanan pengguna. 

    Mitra akan memeriksa dan menimbang secara akurat bersama pengguna. Mitra akan menutup rapat polybag yang dilanjutkan dengan scan QR.  Seluruh data informasi disampaikan melalui kode QR pada aplikasi yang seketika informasi diterima pada aplikasi Greeny, warga, mitra, RW & pelapak Greeny. 

    Penghasilan sementara pengguna akan tercantum didalam aplikasi pengguna. Segera setelah sampah tiba ditempat pelapak untuk diperiksa ulang agar tidak tercampur dengan residu, kemudian ditimbang ulang oleh pelapak. 

    Hasil yang akurat akan langsung disetujui pelapak, dan penghasilan tetap pengguna seketika tampil ke dalam fitur Hasilku. Perbedaan hasil penimbangan pelapak, akan diinformasikan kepada pengguna melalui fitur chat. 

    Pengguna dapat menarik tunai setiap saat, untuk menabung atau untuk membelanjakan kebutuhan pengguna di dalam aplikasi Greeny.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus