Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Rencana Pembangunan Dua Bandara Masih Temui Kendala

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/ujang-.jpg

     

    Wilayah Jabar, sepertinya sudah menjadi lokasi strategis untuk pembangunan beberapa infrastruktur strategis seperti bandara. Di wilayah Jabar, selain ada rencana pembangunan bandara Kertajati,  Majalengka sebagai yang diawali inisiatif dari pihak Pemprov. Jabar sejak tahun 2005 yang lalu, di sisi lain Pemerintah Pusat juga membidik daerah Karawang untuk dibangun bandara.
     
    Namun, setelah dilakukan peninjauan ke dua lokasi tersebut untuk melanjutkan pembangunan bandara, ternyata masih menemui beberapa kendala, papar Anggota Komisi D DPRD Jabar, Ujang Fahpulwaton dalam keterangannya kepada jabarprov.go.id (9/3).
     
    Ujang, dalam keterangannya menuturkan berdasarkan hasil peninjauan ke Kabupaten Karawang, dimana dalam pertemuan tersebut sempat menggali informasi dari pihak pengembang bandara, yaitu PT JICA, jika di Karawang dibangun bandara sangat realistis.
     
    Dari keterangan pihak pengembang diperoleh informasi, Kondisi Bandara Soeta kini sudah overload sehingga diperlukan alternatif berupa adanya bandara baru yang lokasinya tidak terlalu jauh dengan Bandara Soeta yang berlokasi di Cengkareng, Tangerang.
     
    Pemerintah Pusat, untuk mempersiapkan solusi tersebut sudah menginventarisir lokasi yang memungkinkan dibangun bandara baru. Dari 7 alternatif, maka Karawang merupakan lokasi yang sangat memungkinkan karena jarak  Karawang jika dihitung dari Monas, DKI Jakarta hanya mencapai 100 KM. Sementara itu, hasil analisa pelaku/pakar  ekonomi  dibangunnya bandara di Karawang lebih memungkinkan sehingga banyak  direspon oleh pihak investor.
     
    Kendati peluang itu sudah nampak, jelas Ujang untuk melanjutkan pembangunan bandara di Karawang masih menemui kendala yaitu terbenturnya masalah regulasi yang diperlukan ada, tetapi saat ini aturan tersebut belum ada.
     
    Regulasi tersebut antara lain : Karawang belum masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional, Karawang belum masuk dalam RTRW baik untuk lingkup Provinsi maupun Nasional sehingga jika bandara akan dibangun maka RTRW tersebut harus direvisi terlebih dahulu serta dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 11 Tahun 2010 yang mengatur soal rencana pembangunan bandara udara, Karawang belum masuk dalam prioritas lokasi pembangunan bandara.
     
    Sementara itu, untuk pembangunan bandara di Kertajati yang kini untuk kegiatan pembebasan lahan saja sudah menelan biaya Rp.250 miliar, dalam realisasinya masih belum maksimal karena pembebasan lahan untuk run way belum dapat dilaksanakan karena masih ada masyarakat yang menolak lahan itu dibebaskan.
    Rencana dibangunnya dua bandara sekaligus untuk Jabar sendiri tidak ada masalah, namun dikalangan kamis sebagai anggota legislatif, ujar Ujang Sehubungan  adanya kendala tersebut, kepada pihak pemerintah diminta diselesaikan.
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus