Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Anggaran Hibah Mesin Bagi Kelompok Industri di Garut Capai Angka 1,5 M Rupiah

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_41022.jpg

    GARUT, Tarogong Kidul-Industri menjadi salah satu sektor yang terdampak akibat wabah virus Covid-19 yang melanda Indonesia, termasuk industri di Kabupaten Garut pun ikut merasakan akibat ganasnya pandemi ini.

    Guna membantu kelompok industri yang terkena imbas wabah ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Garut, memberikan hibah berupa mesin yang dibutuhkan oleh kelompok industri tadi.

    Menurut keterangan Kepala Disperindag ESDM Garut, Nia Gania Karyana, anggaran untuk hibah mesin di tahun 2020 kemarin mencapai 1,5 miliar rupiah.

    “Ada (yang sudah menerima hibah), di tahun 2020 itu hampir 1,5 miliar, itu sudah diserahkan Pak Bupati di Lapang Setda (Sekretariat Daerah) kemarin, 2019 juga sama,” ujar Gania, di Kantor Disperindag ESDM Garut, di Jalan Merdeka, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (19/1/2021).

    Ia menjelaskan bahwa pemberian hibah ini dilakukan untuk kelompok bukan perseorangan agar mesin ini bisa digunakan oleh semua orang dari kelompok tersebut.

    “Hanya karena memang berbagai keberbatasan itu sehingga tidak semua mampu kita bantu sebetulnya, tapi yang kita bantu itu bukan perorangan tetapi per kelompok, dan harus kelompok. Sebab kalau kelompok itu kan bisa untuk semua, kalau perseorangan ya dinikmati oleh sendiri,” ucapnya.

    Selain bantuan hibah ini, Gania mengatakan, pihaknya juga mencoba untuk melakukan kerja sama dengan perbankan yang dirasa menjadi salah satu pihak yang memberikan pemenuhan modal bagi beberapa industri kecil di Kabupaten Garut.

    “Kemudian ada lagi kita lakukan misalnya karena industri ini banyak yang melakukan maaf kredit ke BRI (Bank Rakyat Indonesia), kita sudah sebetulnya melakukan kerja sama, jadi bagi mereka yang kreditnya macet, karena dampak Covid-19 maka BRI punya kebijakan dan BNI (Bank Negara Indonesia) juga sama, karena biasanya sangat bergantung kepada modal, jadi usaha mikro dan kecil itu sangat bergantung kepada modal dan biasanya pemenuhan modal ini oleh BRI dan BNI, kita sudah melakukan koordinasi itu,” ungkap Gania.

    Gania menjelaskan bahwa skema hibah ini muncul melalui beberapa proses, misalnya usulan dari masyarakat, aspirasi, hasil penilaian dinas, dan lain-lain.

    “Setelah ada usulan dari kita, maka kita membentuk tim, nah tim ini ditujukan untuk menilai kelayakan, kan bahaya kalau tidak layak sehingga nanti muncul calon penerima dan calon lokasi, kalau calon penerima dan calon lokasi sudah ada jelas kita akan bertanya, mesin apa yang dibutuhkan, seperti apa mesinnya, baru kita akan menganggarkan, jadi tidak tiba-tiba menganggarkan dan membantu, setelah itu clear semuanya, dokumen clear, baru kita ajukan ke TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) untuk memperoleh hibah namanya bukan bantuan.” pungkasnya. (humas pemkab garut/Luthfi)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus