Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Jawa Barat Gelar Vaksin Covid-19 Tahap 2

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_41098.jpg

    KOTA BANDUNG - Sejumlah pejabat publik di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Forkopimda dan tokoh masyarakat di Jawa Barat termasuk organisasi profesi, hari ini Kamis (28/01/2021) menjalani penyuntikan vaksin Covid-19 tahap dua di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

    Pejabat publik tersebut diantaranya Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja, Kapolda Jawa Barat Irjen Ahmad Dofiri, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan termasuk organisasi profesi.

    Kapolda Jawa Barat Irjen Ahmad Dofiri mengaku, dirinya tidak merasakan keluhan apapun hingga saat ini, pasca di vaksin pertama pada dua minggu lalu.

    “Saya mengucapkan syukur Alhamdulillah, saya ini yang kedua kali disuntik vaksin. Dan Alhamdulillah yang pertama dua minggu kemarin tidak ada gejala atau dampak apapun saya merasa tetap seperti biasa dan yang kedua ini mudah-mudahan juga seperti yang kemarin,” ucapnya.

    Di hadapan para wartawan Ahmad berkeyakinan bahwa vaksin ini halal serta aman dan dapat memberikan kekebalan tubuh setelah disuntik vaksin.

    “Saya harapkan warga masyarakat Jawa Barat  khususnya tidak usah ragu dan Insya Allah vaksin ini untuk kebaikan kita semua dan saya harap mari kita semua mengikuti anjuran pemerintah untuk melaksanakan vaksinasi ini,” katanya.

    Ahmad mengaku, hingga saat ini masih beredar berita-berita hoaks di sejumlah media sosial meski jumlahya tidak terlalu banyak dibanding sebelumnya.

    “Memang ada, kami juga sinyalir, tetapi tensinya makin kesini semakin menurun,” kata Ahmad, usai mendapat vaksin di RSHS Bandung, Kamis (28/01/2021).

    Ahmad berharap, vaksinasi yang kedua ini bisa berhasil sama dengan pelaksanaan vaksinasi yang pertama sehingga bisa mengikis berita-berita yang tidak bertanggungjawab yang beredar di media sosial.

    “Intinya kalau itu memang terjadi tentunya kita tidak tinggal diam, tapi yang jelas pengamatan kami selama ini Alhamdulillah tensinya terus semakin menurut,” imbuhnya. (Parno) 

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus