Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Gubernur Minta Industri Cepat Lapor Kasus Positif Covid

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_41135.jpg

    KAB. KARAWANG- Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil bersama jajaran Satuan Tugas Covid-19 melakukan kunjungan kerja ke Karawang untuk membedah sejumlah permasalahan penanganan Covid-19 menyusul status Karawang yang selama tujuh minggu terus-menerus berstatus zona merah.

    Setelah mendengarkan langsung pemaparan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, diketahui lonjakan kasus terjadi karena ketidakdisiplinan kalangan industri melaporkan kejadian positif sehingga pelacakan lambat dan penularan cepat bertambah. 

    Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil meminta kalangan industri untuk cepat melaporkan kasus terkonfirmasi positif yang terjadi di pabrik ke Satgas Covid-19 Karawang. Dengan begitu pelacakan dapat dipercepat dan penularan ditekan. 

    "Jadi kasusnya ada tapi tidak dilaporkan. Keterlambatan pelaporan ini membuat tracing telat, maka kasus banyak. Ini juga terjadi di salah satu universitas," ungkap Kang Emil, Jumat (29/01/2021). 

    Ridwan Kamil menyatakan, seluruh biaya perawatan dan ruang isolasi ditanggung pemerintah jika ada industri yang kurang mampu untuk mengurus ruang isolasi.

    "Saya imbau bahwa melaporkan itu bagian dari bela negara. Jadi jangan menutup-nutupi karena dijamin semua ditanggung pembiayaan perawatannya oleh pemerintah. Jadi kalau ada industri yang kurang mampu mengurus ruang isolasi tinggal lapor saja karena pemerintah sudah tugasnya mengurus," katanya. 

    Ridwan Kamil menginstruksikan agar menurunkan rasio keterisian ruang isolasi dan perawatan di rumah sakit. Meskipun sudah ada enam hotel di Karawang yang diaktifkan menjadi ruang isolasi, namun secara umum jumlahnya masih sedikit, yakni 898.

    "Sudah diinstruksikan agar secepatnya menurunkan rasio keterisian ruang isolasi. Saya apresiasi ada enam hotel sudah dijadikan ruang isolasi tapi rasio bed-nya Karawang itu 898 saya minta dinaikkan menjadi 1.200. Mudah-mudahan dengan komitmen itu maka rasio keterisian bisa turun, kalau standar WHO 60%, standar nasional 70%," ucapnya.

    Menurut Ridwan Kamil, untuk tingkat kedisiplinan warga Karawang dalam menerapkan protokol kesehatan, saat ini rangkingnya berada di tengah-tengah di antara dua puluh tujuh kota/ kabupaten lainnya di Jawa Barat.

    "Rangking ini didapat dari laporan rutin aparat Polres dan Kodim Karawang yang selalu rutin menggelar operasi yustisi di sejumlah tempat," imbuh Ridwan Kamil, usai sidak yustisi di Pasar Johar bersama Forkopimda, Jumat (29/01/2021).

    Dalam inspeksi singkatnya tidak ditemukan warga yang tak bermasker. Namun Ridwan Kamil tetap mengingatkan pedagang agar selalu menerapkan protokol kesehatan meskipun tidak ada inspeksi. 

    Menurut Ridwan Kamil, kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan di pasar biasanya ada di kisaran angka tujuh puluh sampai delapan puluh persen.

    "Saya mengapresiasi kedisiplinan, keberadaan ruang transit, isolasi, edukasi hingga gerbang untuk pemeriksaan. Semoga minggu-minggu ke depan Karawang tidak zona merah lagi," ujarnya.

    Ridwan Kamil, berharap kedatangannya ke Karawang membuat warganya tersemangati untuk lebih disiplin menerapkan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan) dan Pemkab Karawang juga diharapkan lebih meningkatkan 3T (testing, tracing, treatment) agar kasus dapat ditekan.

    Hingga Jumat (29/01/2021) kasus terkonfirmasi positif di Karawang tercatat 9.379 orang, 7.927 sembuh, 1.309 dirawat dan 199 orang meninggal dunia. 

    Ridwan Kamil juga meminta masyarakat Karawang untuk menyukseskan vaksinasi yang akan dimulai minggu ini sebagai salah satu cara mengakhiri pandemi.

    "Arahan kami juga untuk menyukseskan vaksinasi. Karawang baru dimulai minggu ini, karena kita tidak ada pilihan lain lagi untuk mengakhiri pandemi ini selain vaksinasi," tuturnya.

    Kunjungan Gubernur ke Karawang diakhiri dengan pemantauan protokol kesehatan di PT Suzuki Indonesia Manufacturing di kawasan industri Karawang Barat. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus