Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Bupati Garut Serahkan Santunan Kepada Tiga Ahli Waris Peserta BPJS Ketenagakerjaan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_41234.jpg

    GARUT, Tarogong Kidul – Bupati Garut Rudy Gunawan menyerahkan santunan secara simbolis kepada 3 orang ahli waris peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Garut, Jalan Pariot, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (8/2/2021).

    Dalam kegiatan ini, Bupati Garut melalui BPJS Ketenagakerjaan dan Bank Intan Jabar (BIJ) Garut menyerahkan secara simbolis kepada tiga ahli waris penerima santunan BPJS Ketenagakerjaan: ahli waris almarhum (alm) Ade Teri Rosnandi sebesar Rp. 42.000.000, ahli waris dari alm. Yaya Rp. 42.000.000, dan ahli waris alm. Asep Irfan Yusuf sebesar Rp. 74.926.230.

    Rudy mengatakan bahwa santunan diberikan kepada tiga ahli waris Tenaga Kerja Kontrak (TKK) yang meninggal dunia. Semua santunan tersebut difasilitasi oleh Peraturan Bupati (Perbup).

    “TKK itu oleh kita difasilitasi BPJS Ketenagakerjaan karena ada yang meninggal, di Kecamatan Singajaya dikasih 42 Juta, yang dari BIJ 48 juta. Jadi santunan semua difasilitasi, kan ada Perbup kita, jadi tukang parkir tadi dapat 42 juta, santunan dari  BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

    Rudy menambahkan bahwa semua tanggungan BPJS Ketenagakerjaan dibayar oleh Pemerintah Kabupaten Garut. “TKK semua di BPJS-kan dibayar sama Pemda, kalo meninggal dunia dapat santunan 42 juta rupiah dari BPJS Ketenagakerjaan, karena kita bayar premi, preminya murah 12 ribu,” tambahnya.

    Kepala Perwakilan BPJS Garut, Widya Sapriyanto mengatakan bahwa fungsi dari BPJS Ketenagakerjaan semakin hari semakin ada dampak terhadap peserta BPJS yang mengikuti beberapa program jaminan.

    “Hari ini alhamdulillah fungsi dari BPJS Ketenagakerjaan semakin hari semakin ada dampaknya terhadap peserta seperti bapak ibu saksikan barusan ini adalah peserta BPJS Ketenagakerjaan dari Satpol (Satuan Polisi) dan dari Dishub (Dinas Perhubungan) yang kebetulan ikut untuk dua program yaitu jaminan untuk kecelakaan kerja dan jaminan kematian,” ucap Widya.

    Ia menerangkan bahwa ada juga dari Bank BIJ yang mengikuti empat program dari BPJS Ketenagakerjaan meliputi jaminan kematian, jaminan hari tua, jaminan pensiun dan beasiswa untuk anak peserta sebanyak dua orang. “Beasiswa ini kita berikan dari level pendidikan TK sampai pendidikan tinggi yaitu setara S1 jadi kalau diakumulasikan besaran total dari beasiswa ini sekitar 177 juta,” terangnya.

    Widya berharap agar seluruh pekerja di Kabupaten Garut dapat mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan agar bisa terus bermanfaat dan menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Garut.

    “Kami berharap untuk program BPJS Ketenagakerjaan ini dapat diikutkan untuk seluruh pekerja yang ada di Kabupaten Garut ya khususnya yang ada di non ASN (Aparatur Sipil Negara) di tempat bapak ibu. Mudah-mudahan ini akan terus bermanfaat dan dapat setidaknya menurunkan angka kemiskinan untuk masyarakat khususnya di Kabupaten Garut,” pungkasnya. (humaspemkab.garut/luthfi)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus