Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Rumah Zakat Targetkan Bantu 2,5 Juta Penerima Manfaat dengan Gerakan #BahagiaBersama

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_41445.jpg

    KOTA BANDUNG- Tahun ini Rumah Zakat meluncurkan gerakan #BahagiaBersama, yang bertujuan mengajak masyarakat terus berjuang, bertahan, dan tetap berbagi kepada yang membutuhkan meskipun terdampak pandemi Covid-19.

    CEO Rumah Zakat, Nur Efendi mengharapkan dengan gerakan ini, Rumah Zakat dapat menjadi jembatan untuk membantu 2,5 juta penerima manfaat melalui optimalisasi dana zakat, infak, sedekah, wakaf, serta dana kemanusiaan lainnya yang dititipkan oleh para donatur.

    Alhamdulillah di tahun 2020, sebanyak 15% penerima manfaat dari program ekonomi RZ keluar dari garis kemiskinan, dan 20% nya mengalami peningkatan kesejahteraan. Tahun ini kami berharap dapat membantu 20% dari penerima manfaat untuk keluar dari kemiskinan. Sehingga mereka bertransformasi dari mustahik menjadi muzaki,” ucapnya.

    Nur menjelaskan, pendekatan program yang dilakukan Rumah Zakat dalam membina para penerima manfaat adalah Desa Berdaya, sebuah proses pemberdayaan terintegrasi yang disesuaikan dengan potensi desa. 

    "Saat ini terdapat 1.686 Desa Berdaya di 1.203 kecamatan, 285 kabupaten/kota, 33 Provinsi yang masing-masing didampingi oleh fasilitator pemberdayaan bernama relawan inspirasi. Tahun ini ditargetkan ada 1.700 desa berdaya dibangun agar lebih banyak masyarakat yang terbantu," tuturnya.

    Nur mengatakan, pihaknya berupaya menyelaraskan seluruh program Rumah Zakat agar memberikan kontribusi pada pencapaian SDGs dan Alhamdulillah bersama donatur, di tahun 2020 Rumah Zakat berkontribusi pada 28 target dan 56 indikator.

    "Di tahun 2020, RZ bersama para donatur membantu 190.820 penerima manfaat terdampak Covid-19 melalui program Bersama Hadapi Corona, mulai dari program edukasi, kesehatan, jaminan sosial, ekonomi dan ketahanan pangan. Diantaranya sosialisasi Covid-19 dan PHBS di 485 titik, penyaluran 372.542 paket makanan dan suplemen, penyaluran 292.306 masker untuk Indonesia, 13.267 perlengkapan kesehatan, 1.204 bantuan UMKM, dan 19 titik lumbung pangan," tuturnya.

    Nur menambahkan, RZ juga berpartisipasi aktif dalam merespon bencana yang terjadi di Indonesia. Sebanyak 2.914 relawan kemanusiaan beraksi di 257 titik bencana untuk membantu 126.146 penerima manfaat. 

    “Kami selalu berupaya menjadi yang terdepan dalam merespon bencana yang terjadi di Indonesia. Para relawan di lapangan selalu berkoordinasi dengan tim Basarnas dan juga pemda setempat sehingga aksi yang dilakukan dapat lebih optimal,” ujarnya.

    Dalam kesempatan tersebut, RZ memberikan penghargaan berupa Tokoh Pemberdayaan dan Happiness Awards 2020. Tokoh pemberdayaan 2020 merupakan penghargaan yang diberikan kepada individu yang berdedikasi dalam mewujudkan kebahagiaan kepada sesama melalui beragam upaya kontribusi sesuai dengan posisi dan perannya dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Rumah Zakat memberikan penghargaan kepada 9 tokoh yang dianggap berdedikasi dalam mewujudkan kebahagiaan bersama.

    Sembilan Tokoh Pemberdayaan 2020 versi Rumah Zakat antara lain Menteri BUMN RI Erick Thohir, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Bupati Banggai Herwin Yatim, Presiden Direktur PT Bank HSBC Francois de Maricourt, Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi, Pemimpin Redaksi Republika Irfan Junaidi, Relawan Pemberdaya Desa Aep Muflih, dan Relawan Kemanusiaan Adhi Saputra.

    Adapun Happiness Awards 2020 adalah penghargaan yang diberikan kepada para mitra Rumah Zakat yang telah berkolaborasi dalam upaya membahagiakan sesama di tengah pandemi. Sehingga dari kolaborasi tersebut terwujudlah beragam program pemberdayaan dan kemanusiaan, untuk mewujudkan kebahagiaan Indonesia. Sebanyak 51 mitra Rumah Zakat mendapatkan apresiasi  tersebut. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus