Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    DPPKBP3A Lakukan Penyuluhan Masalah Anemia Remaja

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_41462.jpg

    Ciamis,- Dalam rangka memberikan edukasi terhadap generasi remaja, Dinas P2KBP3A Kabupaten Ciamis menggelar penyuluhan mengenai edukasi deteksi dini dalam masalah kesehatan pada remaja.

    Kepala Bidang Dalduk Penyuluhan dan Penggerakan Ir. Djafar Shiddiq, M.Si, mengatakan salah satunya memahami gejala anemia terhadap remaja dalam sambutannya di Gor Kelurahan Sindangrasa Kecamatan Ciamis. Jum'at (26.02.21).

    "Oleh sebab itu pembinaan terhadap kampung KB harus dilakukan secara berkelanjutan, dengan melibatkan lintas sektor", lanjutnya.

    Ia pun mengatakan maksud dari penyuluhan ini untuk mengedukasi remaja mengenal kondisi tubuhnya, hal ini penting dilakukan untuk membentuk dan mempersiapkan usia para remaja menjadi masyarakat bersumber daya yang sehat dan berkualitas bebas anemia kedepannya.

    Disampaikan juga, pembinaan kampung KB Bunga Tanjung ini merupakan hari terakhir yang sudah dimulai semenjak 5 hari kebelakang dengan pembinaan rutinan yang meliputi pembinaan terhadap Pokja Kampung KB, Pengurus Kampung KB, sosialisasi pencegahan stunting, pembinan terhadap kelompok bina keluarga balita (BKB), pembinaan terhadap kelompok bina keluarga remaja (BKR), dan terakhir hari ini yaitu pembinaan terhadap kelompok PIK-R Bunga Tanjung, terangnya.

    Sementara itu dosen tetap Prodi D3 Kebidanan Resna Litasari, M.Tr Keb selaku narasumber pada kegiatan tersebut menjelaskan bahwa penyuluhan edukasi memahami gejala anemia terhadap remaja dipandang sangat penting, mengingat banyaknya ketidakpedulian remaja terhadap pola asupan makanan yang sering dikonsumsi.

    "Ya, penyakit anemia ini kan penyebabnya karena makanan yang kurang sehat, apalagi mengingat dampak bahayanya yang baru akan dirasakan dalam jangka waktu yang panjang, itu akan berbahaya terutama bagi para kaum perempuan yang akan mengganggu terhadap kesehatan janin", terangnya.

    Ia juga menambahkan Landasan utama penyuluhan ini adalah masih kurangnya kesadaran masyarakat terutama generasi remaja dalam memperhatikan pola asupan makanan yang bergizi dan pil penambah darah agar terhindar dari anemia. (diskominfo.wahyu&cucu)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus