Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Gubernur Dengan Masyarakat Ketahanan Pangan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/DSC_3296.jpg

    JATINANGOR-Gubernur Ahmad Heryawan, Senin (19/3) di Hotel Puri Khatulistiwa Jatinangor Sumedang, melakukan dialog dengan kelompok Masyarakat Ketahanan Pangan Se-Jawa Barat. Hadir sekitar 500 orang anggota  dan secara antusias melalui perwakilannya menyampaikan aspirasi  serta melaporkan hasil perkembangan setelah menerima bantuan sosial bidang Ketahanan Pangan.

    Dialog yang dipimpin Assisten Bidang Perekonomian, Wawan Ridwan itu, berlangsung menarik, setiap peserta menyampaikan kemajuan-kemajuannya atas hasil bantuan yang diterimanya. Beberapa usulan yang sempat mengemuka, antara lain,   agar bantuan sosial (bansos) bidang pangan ini ditahun berikutnya agar diteruskan dan diperbanyak cakupan penerimanya. Di daerah dimana mereka berada khusus untuk pangan alami kemajuan, namun untuk lainnya seperti infrastruktur jalan dan sarana pendidikan, masih tertinggal. Diusulkan juga agar lebih banyak lagi upaya pembinaan kepada masyarakat khususnya dibidang pertanian, mengingat Jawa Barat telah menjadi lumbang pangan nasional.

    Atas berbagai usulan dan informasinya itu, Gubernur menyatakan apresiasi positif dan berbagai upaya pembenahan diperlukan, bukan saja menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi tapi juga pemerintah daerah.

    Sementara dalam sambutan sebelum acara dialog, Gubernur menjelaskan tentang masih tingginya angka konsumsi pangan oleh masyarakat Indonesia. Konsumsi pangan di negara lain sudah mencapai dibawah 74 Kg per kapita/tahun, sedangkan di Indonesia masih sebesar 100,5 Kg per kapita/tahun.

    Gubernur menyayangkan masih tingginya konsumsi pangan di Indonesia, padahal menurutnya, mestinya berkurang. “Kita coba, makan nasi sedikit, tapi sayuran dan lauk pauknya diperbanyak”, ajaknya. “kita coba, makan sayur dan lauk pauk dulu, dan nasi terakhir”, dengan harapan akan sedikit makan nasinya”. Bagi anak-anak yang dalam masa pertumbuhan, maka lauk pauk harus diperbanyak. Atas ajakan Gubernur tersebut, spontan disambut meriah oleh para anggota Kelompok Ketahanan Pangan Jawa Barat.

    Dibagian lainnya, Gubernur menjelaskan upaya Pemprov.Jabar dalam menciptakan ketahanan pangan diantaranya dengan mengalokasikan dana bansos Bidang Ketahanan Pangan pada APBD 2012 sebesar Rp 4,5 Milyar yang diperuntukan menciptakan “Lumbung Pangan Masyarakat” sedangkan sebelumnya di tahun 2011, telah dikeluarkan pula anggaran sebesar Rp 4,47 milyar. Selain itu, telah disalurkan pula dana sebesar Rp 3,675 milyar untuk perbaikan konsumsi masyarakat.

    Selain itu Pemprov Jabar juga mendorong penguatan kelembagaan ketahanan pangan dan sistem ketahanan pangan desa melalui pengembangan Desa Mandiri Pangan. Dimana desa yang pada awalnya merupakan desa rawan pangan, melalui fasilitasi pemberdayaan kelompok masyarakat miskin, dibina dan dikembangkan menjadi desa mandiri pangan. Untuk mendukung program ini, mulai tahun 2011 telah disalurkan dana bansos APBD sebesarRp Rp 1.200.000.000 untuk 12 desa, dan dilanjutkan dengan alokasi dana bansos Desa Mapan untuk 14 desa di Jawa Barat pada tahun 2012.

    Kesemuanya itu menurut Gubernur sebagai upaya untuk menciptakan ketahanan pangan sehingga kedepan tidak ada lagi desa-desa yang disebut rawan pangan.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus