Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Diskominfo dan FK-KIM Kabupaten Garut Gelar Bimtek KIM Berbasis Pesantren

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_41584.jpg

    GARUT – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut bersama Forum Komunikasi Kelompok Informasi Masyarakat (FK-KIM) Kabupaten Garut menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) KIM berbasis pesantren untuk kompilasi album marawis di Gedung Cikuray, Jl. Ahmad Yani, Kabupaten Garut, Pada Rabu (10/03/21). 

    Acara tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Garut Euis Ida Wartian secara virtual, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Muksin, para arranger musik, para penggiat informasi dan peserta dari berbagai pesantren yang ada di Kabupaten Garut baik secara langsung maupun secara virtual. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika menyebutkan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) merupakan wujud dari partisipasi masyarakat agar informasi dapat diambil, dimanfaatkan dan dibuang sisi negatifnya.

    "Mitra strategis KIM ini adalah sebagai wujud dari partispasi masyarakat bagaimana agar informasi ini dapat dimanfaatkan sebagai suatu peluang kemudian dieliminasi sisi negatifnya," ungkap Muksin. Muksin juga menambahkan, peserta yang dilatih melalui Bimtek dari berbagai pesantren dapat menjadi media penyampaian informasi dari pemerintah, informasi yang bersifat kerohanian, dan menangkal informasi yang tidak benar (hoaks). 

    "Saya kira komunitas marawis ini apalagi berbasis pesantren kemudian di sana juga dapat  dijadikan sebagai media untuk menyampaikan informasi, informasi dari pemerintah, informasi tentang akhlaqul-karimmah, kemudian informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat yang notabenenya sudah jenuh oleh informasi hoaks", ungkapnya. 

    Kegiatan Bimtek ini ini mendapat dukungan penuh dari Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Garut Euis Ida Wartiah, yang hadir secara virtual melalui aplikasi video telekonferensi di Gedung DPRD Kabupaten Garut. Euis menilai, dengan kegiatan ini para penggiat marawis melalui FK-KIM mampu melakukan kegiatan positif dalam membantu menyebarluaskan informasi. 

    “Saya selaku ketua DPRD Kabupaten Garut menyambut positif dan memberikan support dengan sepenuh hati untuk para pegiat seni marawis melalui Forum Komunikasi Kelompok Informasi Masyarakat yang senantiasa melakukan kegiatan yang positif dan membantu menyebarluaskan informasi sesuai dengan kapasitas, ruang dan kesempatan yang dimilikinya,” ungkap Euis.

    Selain itu, Euis menyampaikan bahwa para pegiat marawis memiliki potensi dan komitmen tinggi terhadap kelestarian nilai budaya relijius. Hal itu dinilai sebagai salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam menjaga keutuhan NKRI. “Para penggiat seni marawis adalah insan-insan yang potensial dalam berbasis pesantren, rumah tahfidz, madrasah dan tokoh-tokoh masyarakat yang memiliki komitmen tinggi dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya relijius Islam dalam rangka menjaga semangat kebangsaan untuk keutuhan NKRI yang kita cintai ini,” tutur Euis.

    Berkaitan dengan hal tersebut Euis berharap, dalam penyampaian pesan islaminya seni marawis dapat selalu mengikuti perkembangan zaman sehingga senantiasa menciptakan inovasi dan dapat teus dikembangkan di pesantren-pesantren. “Harapan dari pada saya sebagai Ketua DPRD, marawis ini sebagai seni yang bisa dikembangkan di pesantren-pesantren nantinya dapat berkembang sesuai dengan keadaan zaman sekarang, zaman modern. Jadi marawis yang dulu dengan marawis yang sekarang itu harus berbeda. Karena pesannya juga sebagai relijius islam harus sesuai dengan keadaan zaman sekarang,” papar Euis. 

    Euis juga berharap agar kegiatan Bimtek ini dilaksanakan dua kali dalam setahun. Bentuk dukungan lainnya adalah Ia siap memberikan bantuan anggaran yang akan disampaikan melalui ketua penyelenggara. “Saya sebagai ketua DPRD mendukung, mendorong agar kegiatan marawis ini, kegiatan Bimtek ini dilaksanakan setiap setahun dua kali, karena mungkin memerlukan motivasi untuk peserta pesantren juga rumah tahfidz yang mengelola anak-anak untuk mengembangkan seni marawis atau seni antum dan nanti anggarannya saya akan bantu sesuai dengan kebutuhan, yang dapat saya sampaikan kepada kelompok atau melalui ketua penyelenggara. Itu mungkin yang dapat saya sampaikan,” pungkasnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus