Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Demo Anti Kenaikan BBM di Bandung, Tertib dan Aman

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/IMG_6879.jpg

    BANDUNG-Demo penolakan kenaikan harga BBM di depan Kantor Gedung Sate dan DPRD Jabar, Selasa (27/03) berlangsung aman, tertib dan kondusif. Pendemo yang berasal dari berbagai serikat buruh kota Bandung itu, sejak kira pukul 10.00 telah berkumpul memadati area Jalan Dipenogoro depan  Gedung Sate Bandung. Mereka datang  dengan menggunakan speda motor dan ada juga yang jalan kaki.

    Dalam berbagai orasinya, mereka tetap menolak adanya kenaikan BBM, karena menurutnya akan semakin memperburuk kehidupannya, apalagi  kenaikan upam buruh hanya terjadi sekitar 7 % tidak sebanding dengan kenaikan harga BBM. Dipihak lain, harga-harga sembako sudah merangkak naik dan nantinya diikuti dengan lainnya, terutama dibidang transportasi, keluhnya.

    Massa pendemo meminta kepada  Gubernur dan  jajaran pimpinan DPRD untuk menyuarakan aspirasinya, yaitu menolak kenaikan BBM. Massa menunggu kehadiran para anggota DPRD dengan melakukan pembacaan surat Yasin dan membakar kemenyan. Pimpinan orasi menegaskan dengan dibacakan Surat Yasin, mudah-mudahan pihak Pemerintah mendengar aspirasinya dan tidak jadi menaikan harga BBM.

    Usai dibacakan Surat Yasin, para pimpinan DPRD Jabar yang tediri dari UU Rukmana, Rudi Harsa Tanaya dan  salah seorang perwakilan dari Fraksi Demokrat mendatangi para pendemo  dan naik keatas truck untuk menyatakan aspirasinya sebagaimana tuntutan pendomo.

    Uu Rukmana sebagai wakil dari Fraksi Golkar bersepakat dengan para buruh untuk menolak kenaikan harga BBM dan secepatnya akan berembug dengan fraksi lainnya mengirimkan surat ke pusat yang isinya menolak kenaikan BBM. “Saya mendapatkan restu dari Kang Yance (Ketua DPD Golkar Jabar) untuk mendukung aspirasi saudara-saudara, tegasnya. Atas dukungan tersebut, sontak mendapat tepuk tangan dan teriakan setuju dari pendemo.

    Rudy Harsa Tanaya sebagai wakil DPRD Jabar dari Fraksi PDIP lebih tegas menolak dengan membacakan surat penolakannya yang akan disampaikan kepada pimpinan DPRD dan selanjutnya disampaikan ke Pemerintah Pusat.

    Lain halnya  pidato dari wakil Fraksi Demokrat, Awing Asmawi yang menyatakan dengan tegas dukungannya atas kenaikan harga BBM tanpa tedeng aling-aling dikemukakan kepada massa pendemo  sontak mendapat teriakan dan cemoohan. Bahkan ketika ia turun dari kendaraan, hampir dikepung oleh massa pendemo, untung dicegah oleh para korlap pendemo. Mestinya tidak mengatakan seperti itu mengingat suasana sedang panas, jelas salah seorang pendemo.

    Pimpinan pendemo usai mendengar bahwa aspirasinya didengar oleh DPRD Jabar dan nantinya akan disampaikan ke pusat,  langsung menyudahi aksinya dan meminta kepada massa untuk kembali ke rumah masing-masing.  Aksi demo berakhir sekitar pukul 11.35 WIB dengan suasana aman dan tertib, bahkan ketika massa akan pelung, mereka menyalami para aparat kepolisian dan menyatakan terima kasihnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus