Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Akibat Cuaca Tak Mendukung, Hilal di Kabupaten Garut Tak Terlihat

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_41977.jpg

    GARUT --- Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Garut bekerja sama dengan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung, melakukan rukyatul hilal di Kampung Taman Manalusu, Kabupaten Garut, Senin (12/4/2021).

    Berdasarkan pengamatan dari Kemenag Garut, hilal di Kabupaten Garut tidak terlihat dari pemantauan unsur Kemenag maupun unsur lainnya. 

    Kepala Kemenag Garut Cece Hidayat menuturkan, tidak terlihatnya hilal di Kabupaten Garut disebabkan oleh beberapa hal salah satunya akibat tebalnya awan yang berada di sekitar lokasi munculnya hilal.

    "Kita dari Kementerian Agama Kabupaten Garut, Lapan, dan Pos BMKG di Cikelet, menurut pengamatan barusan sampai di ufuk tidak terlihat hilal karena sangat tebalnya awan," kata Cece. 

    Ia menyebutkan pihaknya akan melaporkan hasil rukyatul hilal di Kabupaten Garut, dan untuk penetapan 1 Ramadhan 1442 Hijriyah tetap akan mengikuti keputusan Sidang Isbat dari Kementerian Agama di Jakarta.

    "Mudah-mudahan ada kesepakatan bersama dan ada beberapa posisi hilal yang kelihatan oleh tim-tim di daerah. Mudah-mudahan besok atau kapanpun kita akan menunggu hasil sidang isbat," sambung Cece.

    Sementara itu, Kepala BMKG Geofisika Bandung Teguh Rahayu menyampaikan bahwa pihaknya menyediakan tiga teropong untuk rukyatul hilal kali ini.

    "Saat ini menggunakan satu teropong, namun bergabung bersama kami Kementerian Agama Kabupaten Garut dan juga dari pihak Lapan yang membawa teropong, jadi kita memasang tiga teropong," imbuh Cece.

    Cece menuturkan, kondisi cuaca sangat mempengaruhi dalam pemantauan hilal ini. Kondisi berawan membuat kecil kemungkinan untuk dapat melihat hilal. (Humaspemkab.Garut/Luthfi)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus