Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    BBLM Indonesia Bersama KIMS Korea Selatan Lakukan Penelitian Logam Tanah Jarang

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/IMG_1017.JPG

     

    BANDUNG- Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM) Indonesia melakukan kejasama dengan Korea Institute of Material Science (KIMS) Korea Selatan dalam penelitian dan pengembangan tentang permanan magnet logam tanah jarang.
     
    Kepala Balai Besar Logam dan Mesin, Badan Pengkajian Kebijakan Iklim dan Mutu Industri Kementerian Perindustrian, Sardjono mengatakan, kerjasama penelitian yang dilakukan kedua belah dalam bidang pernaman magnet logam tanah jarang adalah kegiatan penelitian tentang pemanfaatan logam tanah jarang menjadi megnet.
     
    “Kita harapkan kegiatan ini menjadi pendorong untuk pengusaan teknologi produk dan teknologi proses logam tanah jarang,” ujarnya.
     
    Menurut Sardjono,hasil dari kerjasama ini nantinya kedepan diperoleh penguasaan teknologi untuk dapat memanfaatkan sumber alam logam tanah jarang yang ada di Indonesia.
     
    “Penelitian dan pengembangan yang dilakukan dengan baik dapat menjadi modal untuk mendukung perekonomian negara, dan nantinya Indonesia siap untuk memasuki dan menguasai era logam tanah jarang,” tutur Sardjono, ketika ditemui Jabarprov diruang kerjasanya, Jumat (30/03).
     
    Sementara itu, Koordinator Litbang Kerjasama, Sri Bimo Pratomo mengatakan, untuk 3 tahun kedepan kerjasama yang dilakukan sejak pertengahan 2011 hingga 2015 ini, akan difokuskan pada penelitian tentang pengembangan matrial Neodymium permanent magnet (permanan logam tanah jarang).
     
    “Selain fokus untuk penelitian Neodymium permanent magnet, nantinya kita juga bisa melakukan penelitian lain yang berhubungan dengan ini,” ujarnya.
     
    Perlu diketahui bahwa, logam tanah jarang umunya digunakan untuk produk teknologi tinggi dan material maju untuk teknologi ramah lingkungan atau untuk energi terbarukan seperti untuk aplikasi kendaraan listrik (hybrid) dan turbin angin serta industri IT seperti komputer dan telepon seluler.
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus