Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Bupati Sukabumi Ikuti Rakor Terkait Penegakan Disiplin Prokes dan Penanganan Covid-19

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_42252.jpg

    KAB. SUKABUMI - Bupati Sukabumi Marwan Hamami bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengikuti rapat yang dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Rakor terkait penegakan disiplin protokol kesehatan (Prokes) dan penanganan Covid-19 di daerah ini, diikuti secara virtual dari Pendopo Sukabumi, Senin (3/5/2021).

    Mendagri meminta semua kepala daerah untuk serius dan tidak kendor dalam penanganan Covid-19 agar kejadian di India tidak terjadi di Indonesia.

    "Dunia geger atas tsunami Covid-19 di India. Jadi, penanganan Covid-19 harus benar-benar serius dan jangan kendor," katanya.

    Apalagi, menjelang perayaan Idulfitri diprediksi akan banyak kerumunan. Pasalnya, ada tradisi yang selalu dilakukan masyarakat menjelang Idulfitri. Hal itu seperti belanja ke pasar, mudik, kegiatan keagamaan, termasuk buka bersama.

    "Jangan sampai kendor dan jangan lengah agar di Indonesia tidak ada peningkatan kasus Covid-19. Kita semua telah sepakat, melarang masyarakat mudik," katanya.

    Sementara itu, Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengatakan pemerintahan yang dipimpinnya telah melarang masyarakat untuk mudik, baik dari Kabupaten Sukabumi ke luar daerah ataupun sebaliknya.

    "Tidak ada mudik. Kecuali mudik lokal seperti dari Kabupaten Sukabumi ke Kota Sukabumi ataupun sebaliknya. Kalau mudik ke Cianjur ataupun Bogor kita tidak akan memberikan ruang," katanya.

    Bahkan area wisata pun tidak diperbolehkan bagi wisatawan dari luar Sukabumi. Meskipun selama libur Idulfitri, destinasi wisata tetap dibuka. Pembukaan destinasi wisata itu hanya untuk wisatawan lokal asal Sukabumi saja.

    "Untuk masyarakat lokal Sukabumi boleh ke tempat wisata dengan catatan, menerapkan protokol kesehatan. Terutama memakai masker, menjaga jarak, dan tidak berkerumun. Jadi wisatawan dari luar Sukabumi tidak boleh," katanya.

    Destinasi wisata tersebut, lanjut Marwan, akan dijaga diawasi petugas lapangan. Sehingga, tidak ada celah bagi pelanggar protokol kesehatan.

    "Nanti ada yang menjaga dan mengawasi di tempat wisata," katanya.

    Berkaitan salat Idulfitri, menurut Marwan sejauh ini masih diperbolehkan. Hal itu dengan catatan pelaksanaannya dilakukan secara mikro. Sehingga, tidak dipusatkan di satu titik dengan jumlah yang besar.

    "Bisa melaksanakan salat ied namun setingkat RT atau RW saja. Itupun harus menerapkan protokol kesehatan. Terutama memakai masker dan menjaga jarak," katanya.

    Berkaitan penanganan Covid-19 ini, Marwan meminta peran aktif seluruh komponen masyarakat. Sebab, Covid-19 ini nyata adanya. Bahkan di negara lain banyak yang meninggal akibat pandemi ini.

    "Covid-19 ini bukan hoaks. Mari kita bersama-sama melawan Covid-19. Jangan sampai ada yang berbeda pemahaman terkait Covid-19," pungkasnya. (Diskominfokab.Sukabumi/Luthfi)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus