Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Sekda Garut Tinjau Penertiban PKL di Kawasan Jalan Ahmad Yani

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_42350.jpg

    Kab. Garut --- Sekretaris Daerah (Sekda) Garut Nurdin Yana, meninjau langsung penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menjajakan barang dagangannya di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Garut, Rabu (12/5/21). 

    Nurdin menyebutkan penertiban dan pembersihan ini dilakukan untuk menekan angka COVID-19 di Kabupaten Garut, khususnya pada saat Idulfitri.

    " Satu sisi hari ini ada pandemi corona, di sisi lain sehingga pandemi corona ini mengisyaratkan jangan sampai terjadi persebaran cukup banyak atau masif. Yang kedua bahwa besok (Kamis) itu pelaksanaan idulfitri. Nah oleh sebab itu, ini menjadi kesepakatan yang kita bangun dengan teman-teman PKL tolong kita sepakati jam 10 itu udah selesai artinya kami akan melakukan pembersihan," katanya.

    Ia mengatakan penertiban atau pembersihan ini dilakukan dengan beberapa tahap, pertama melakukan penertiban PKL, membersihkan sampah di sepanjang Jalan Ahmad Yani, dan melakukan penyemprotan disinfektan.

    "Sehingga Insyaallah terkait dua hal yakni kerumunan masif yang bisa menyebarkan corona bisa terantisipasi oleh teman-teman (dis)damkar melalui penyemprotan, dan di sisi lain kerumunan kebersihannya bisa dilakukan oleh temen-temen di (dinas) LH (Lingkungan Hidup)," ucapnya.

    Nurdin mengatakan pendirian lapak PKL di sepanjang Jalan Ahmad Yani ini hanya berlaku saat Ramadan saja, atau tidak permanen.

    "(Untuk PKL) tidak (berdiri lagi), kita sepakat, karena ini juga kita hanya memberi toleransi karena posisi yang mereka mintakan kepada kita, nah saat ini yang akan kami berlakukan pada mereka, juga mereka sudah paham ini menjadi komitmen bersama dengan mereka," ujarnya.

    Nurdin memohon kepada para pedagang untuk senantiasa berkomitmen dengan kesepakatan yang telah dilakukan sebelumnya.

    "Saya mohon kerjasama nua, komitmen yang sudah kita bangun bahwa sesuai dengan kesepakatan jam sekian kita selesai, kemarin kan (kesepakatan) jam 10 sudah selesai, mudah-mudahan dipatuhi, mereka juga harus sayang pada diri, dan masyarakat," ucapnya.

    Nurdin menegaskan, para pedagang harus selalu menerapkan protokol kesehatan guna menekan angka penyebaran COVID-19.

    "Oleh sebab itu makannya prokes, di mana salah satunya menggunakan masker, itu juga dominan harus dilakukan oleh mereka, sehingga mudah-mudahan dengan cara seperti ini, menjaga jarak, tentunya mencuci tangan, ini adalah menjadi salah satu syariat kita dalam menegakan atau mengurangi terjadinya risiko klaster pandemi," tegasnya.

    Nurdin mengatakan saat ini para pedagang dihadapkan dengan hal yang bertolak belakang, di satu sisi rentan terpapar virus, namun di sisi lain kebutuhan ekonomi harus tetap tercukupi.

    "Ya ke depan mudah-mudahan corona segera selesai, biar nanti program pemulihan ekonomi nasional bisa berjalan, karena kita paham juga hari ini, dihadapkan persoalan yang cukup berat, satu sisi mereka juga dihadapkan dengan penyakit, potensi mendapatkan penyakit, sisi lain mereka memang harus dikembangkan ekonominya, itulah persoalannya, dan ini mudah-mudahan dengan perjalanan waktu, itu bisa kita laksanakan secara simultan," ucapnya. (Humaspemkab.Garut/Luthfi)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus