Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Wisatawan dan Pengelola Destinasi Wisata Harus Taat Prokes

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_42360.jpg

    KOTA BANDUNG- Pemerintah Provinsi Daerah Jawa Barat dan pemerintah kabupaten/kota di Jawa Barat memperketat pengawasan dan pengendalian terhadap destinasi selama Lebaran yang diperkirakan akan dikunjungi masyarakat seiring kebijakan pelarangan mudik. 

    Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil menuturkan, prosedur penutupan destinasi wisata sejak awal sudah dirancang manakala terjadi lonjakan kunjungan wisatawan dan menghadirkan kerumunan di destinasi wisata.

    "Prosedur penutupan itu bagian dari sistem yang kita lakukan manakala tempat-tempat pariwisata itu melonjak dan kurang terkendali. Tapi saya perlu sampaikan, mayoritas destinasi wisata di Jabar taat pada prokes," kata Ridwan Kamil, di Gedung Pakuan, Minggu (16/05/2021). 

    Ridwan Kamil mengimbau kepada wisatawan dan pengelola destinasi wisata untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan, untuk mencegah penularan Covid-19 di destinasi wisata. 

    "Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang taat prokes dan pengelola wisata yang taat prokes, dan mengimbau untuk tetap taat prokes sesuai dengan situasi sekarang," ucapnya. 

    Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meninjau titik-titik penyekatan dan destinasi wisata di Kabupaten Pangandaran, pada Minggu (16/05/2021). Peninjauan dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kunjungan wisata dan memastikan protokol kesehatan diterapkan dengan ketat. 

    "Saya melihat situasi dan kondisi di beberapa titik lokasi wisata di Kabupaten Pangandaran. Tadi ke Batu Karas, Pantai Pangandaran, dan Karapyak. Saya bangga kepada Pak Bupati (Pangandaran) yang sudah melaksanakan instruksi, untuk menutup lokasi wisata yang sempat viral (Pantai Batu Karas)," imbuhnya.

    Pemda Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Pangandaran mengambil keputusan untuk menutup destinasi wisata di Batu Karas sampai waktu yang belum ditentukan. Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil rapat kedua belah pihak. 

    Wagub mengatakan, Pemda Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Barat sudah menyusun skema pengawasan dan pengendalian untuk mengantisipasi lonjakan kunjungan wisatawan. 

    "Sejak awal wisata diperbolehkan di zona-zona tertentu, tapi harus menerapkan prokes. Karena kemarin tidak menerapkan prokes, maka Pak Gubernur menginstruksikan untuk menutup wisata yang ada di Pangandaran," tuturnya.

    Selain di Pangandaran, destinasi wisata di kawasan PACIRA (Pasir Jambu, Ciwidey, Ranca Bali), Kabupaten Bandung, ditutup sementara. 

    Pemda Provinsi Jabar sudah membuat antisipasi manakala ada pergerakan masyarakat menuju destinasi wisata setelah masa pelarangan mudik berakhir. Salah satunya dengan menyiapkan 15.000 rapid test antigen dan mengetes secara acak di destinasi wisata yang berpotensi mendatangkan banyak wisatawan.  

    Selain melaksanakan tes secara acak, Pemda Provinsi Jabar dan Pemda Kabupaten/Kota di Jabar akan memonitor pembatasan jumlah pengunjung, pembatasan jam operasional, serta penerapan protokol kesehatan di hotel, pusat perbelanjaan, rumah makan, dan destinasi wisata. (Parno/ Humas)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus