Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Hindari Kerumunan, Bandung Perketat Pemantauan Mobilitas di Destinasi Wisata

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_42376.jpg

    KOTA BANDUNG- Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 Kota Bandung akan tetap memperketat pemantauan mobilitas masyarakat di Kota Bandung, meski saat ini masa libur lebaran 2021 telah usai. 

    Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 Kota Bandung Oded M. Danial mengatakan, pemantauan mobilitas terhadap masyarakat dilakukan menyusul potensi pergerakan masyarakat masih terjadi, khususnya ditempat-tempat destinasi wisata.

    “Arahan Pak Presiden kepada kepala daerah agar lebih hati-hati di dalam menghadapi pasca Idulfitri termasuk salah satunya di wilayah wisata. Hasilnya barusan dibahas langsung bersama Forkopimda, In Syaa Allah untuk di Kota Bandung diperkirakan telah terjadi lonjakan itu kemarin. Maka kita dengan strategi lain,” kata Walikota, usai mengikuti arahan Presiden Joko Widodo secara virtual dari Pendopo Kota Bandung, Senin, (17/05/2021).

    Walikota menyatakan, khusus di Kota Bandung, dirinya memiliki formulasi khusus untuk menangani potensi kerumunan. Meskipun di dalam wilayah Kota Bandung tidak memiliki tempat wisata berbasis alam yang menjadi destinasi utama.

    "Presiden memberi arahan untuk menutup sementara tempat wisata dengan potensi kerumunan tinggi. Namun, di Kota Bandung hal itu bisa tidak dilaksanakan. Di Kota Bandung bila terjadi penumpukan di tempat wisata mengatasinya dengan penutupan jalan. Dengan penyekatan akses jalan, lokasi kerumunan bisa terkendali," tuturnya.

    Menurut Walikota, strategi ini, terbukti cukup ampuh. Itu terbukti saat terjadi kerumunan di Kebun Binatang Bandung akses jalan disekat sehingga pembatasan mobilitas kendaraan di Jalan Tamansari.

    “Kemarin terjadi kenaikan maka langsung ditutup. Karena kita memprediksi puncak kerumunan masyarakat ke wisata sebenarnya kemarin,” katanya.

    Walikota menambahkan, pemantauan ketat juga akan dilakukan di sejumlah kawasan pusat perbelanjaan, karena beberapa mal menjadi alternatif destinasi wisata belanja di Kota Bandung.

    “Kita upayakan ada Satgas di sana, In Syaa Allah. Alhamdulillah ketika mereka ada di sana, cepat mengetahui dan tahu tindakan yang harus dilakukan. Alhamdulillah, kita semua kompak antara TNI, Polri dan Pemerintah Kota Bandung,” ujarnya.

    Walikota mengatakan, untuk mengendalikan mobilitas kendaraan juga akan memperpanjang operasional posko cek poin. Sebelumnya posko ini hanya akan beroperasi sampai tanggal 17 Mei 2021, dengan menitikberatkan kepada  pantauan saja, tetapi jika memang terjadi ledakan, mungkin akan lebih ketat lagi.

    “Cek poin belum kita akhiri, tapi jumlah personil dikurangi. Posko cek poin di Kota Bandung ini akan tetap beroperasi sebagai pos pemantauan mobilitas masyarakat. Rencananya, pos akan beroperasi selama satu pekan ke depan hingga 24 Mei 2021. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus