Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Dewan Koperasi Indonesia Gandeng Pemdakab Purwakarta Buka Pasar Dombret

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_42536.jpg

    Kab. Purwakarta --- Untuk memenuhi kebutuhan hewan ternak jelang perayaan Iduladha, Pemerintah Dareah Kabupaten (Pemdakab) Purwakarta bersama Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) membuka Pasar Domba Murah Berinternet (Pasar Dombret) yang menjual hewan ternak baik secara online maupun offline . 

    Peresmian Pasar Dombret dihadiri langsung oleh Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika dan Ketua Dekopin Nurdin Halid. Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengatakan Pasar Dombret menjadi pasar yang diharapkan hadir di Purwakarta terlebih saat situasi pandemi. 

    Menurut Ambu Anne ---sapaan akrab Anne Ratna Mustika--- Purwakarta mengalami surplus domba sejak 2016 dan 2017 sebanyak 7 juta ekor domba populasinya. Surplus domba terjadi karena program bupati sebelumnya Dedi Mulyadi yang meminta anak-anak sekolah memelihara domba dengan anggaran bantuan pemerintah. 

    "Hari ini populasi domba bagus sekitar 5,9 juta dan bukan dari industri melainkan kultur alias ternak. Tapi, masalahnya ketika terus dikembangbiakkan mereka mau pasarkannya ke mana? Jadi, domba yang dikembangbiakkan perlu dipasarkan semacam lewat Pasar Dombret ini," kata Ambu Anne, Minggu (30/5/2021). 

    Inisiator Pasar Dombret Robi Nurhadi mengatakan, pasar ini menjadi titik harapan bagi semua, utamanya warga sekitar untuk memulai langkah lebih baik di tengah situasi pandemi. Selain itu, momen Iduladha tahun ini tidak memperbolehkan penjual menjajakan ternaknya di pinggir jalan. 

    "Inilah respon anak-anak muda Purwakarta membuat Pasar Dombret, kami ingin berikan ruang kepada para penjual ternak yang ada di wilayah RW 6 RT 2," kata Robi.

    Robi juga menegaskan pihaknya menyewa lahan di sekitar Perum Bumi Gandasari yang dapat dimanfaatkan oleh penjual ternak untuk membuka lapak secara gratis.

    "Silahkan siapa pun jualan gratis tak perlu sewa lapak asalkan mereka dapat jujur saat bertransaksi dengan pembali dan anak muda silakan mengonlinekannya," kata Robi.

    Harga hewan ternak yang dijual di Pasar Dombret ini bervariasi mulai harga Rp. 2.000.000 hingga puluhan juta. Salah seorang penjual ternak di Pasar Dombret Uju mengatakan, pedagang yang berjualan di Pasar Dombret ini diutamakan warga sekitar Perum Bumi Gandasari. Namun tidak menutup kemungkinan pedagang dari luar wilayah Perum Bumi Gandasari dapat juga menjajakan ternaknya dengan catatan membawa surat kelayakan dan kesehatan hewan yang dijual. 

    " Alhamdulillah ,Pak Robi sengaja membuka pasar ini untuk memperlancar jual beli ternak. Mari kepada para pedagang kita bersama-sama memajukan lingkungan sehingga ternaknya semakin bersaing. Jujur saya merasa terbantu adanya Pasar Dombret," kata Uju.

    Sementara, Ketua Dekopin Nurdin Halid menjelaskan pada awalnya ia mengira Pasar Dombret ialah sebuah goyangan tetapi ternyata dombret merupakan singkatan dari Domba Murah Berinternet. Ia mengaku merasa tertarik dengan keberadaan Pasar Dombret karena bernilai koperasi yang dapat memajukan perekonomian masyarakat. 

    "Saya melihat pasar ini miliki prinsip sistem koperasi yang di dalamnya ada kejujuran, keterbukaan, sportivitas, dan menemukan antara penjual dan pembeli secara online karena kondisi pandemi COVID-19 masih berlangsung. Jadi, ide pasar ini sangat tepat guna menciptakan keseimbangan menjaga kesehatan dan produktivitas," ucap Nurdin Halid .

    Editor : Fauziah Ismi

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus