Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Buku Karya Pujangga PHH Mustofa Bakal Dapat Dibaca Secara Digital

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_42646.jpg

    BANDUNG - Pusat Digitalisasi dan Pengembangan Bidaya Sunda (PDP BS) Unpad Bandung akan melakukan digitalisasi terhadap lima belas buku karya pujangga Sunda Haji Hasan Mustapa.

    Upaya ini dilakukan untuk lebih mengenalkan budayawan tersebut selain hanya dikenal sebagai nama jalan di Kota Bandung.

    Siaran pers Humas Unpad menyebutkan, penyerahan buku secara simbolis dilakukan oleh perwakilan ahli waris keluarga Wangsaatmadja Hasan Wangsaatmadja kepada Ketua PDP BS Unpad Prof. Ganjar Kurnia di Masjid Al-Hamid, Jatihandap, Bandung, Kamis (3/6/2021)

    Prof. Ganjar menjelaskan, buku tersebut merupakan versi yang sudah diketik dan dikumpulkan oleh Wangsaatmadja. Beberapa koleksi ada yang masih berupa tulisan tangan dari Hasan Mustapa.

    “Buku tersebut diserahkan ke kita karena PDP BS Unpad lebih ke arah digitalisasi. (Sesuai) tagline kita ‘Menyelamatkan Peradaban’,” ujar Prof. Ganjar.

    Guru Besar Fakultas Pertanian Unpad tersebut mengatakan, seluruh buku akan dilakukan digitalisasi. Usai didigitalisasi, dokumen fisik akan dikembalikan kepada ahli waris keluarga Wangsaatmadja.

    Haji Hasan Mustapa sendiri merupakan pujangga besar yang juga seorang ulama Tatar Pasundan yang lahir di Cikajang, 5 Juni 1851. Karena itu, lima belas buku tersebut tidak hanya merupakan karya sastra, tetapi juga berisi perbincangan tentang agama, hingga kebudayaan Sunda. Karya tersebut ditulis Hasan Mustapa medio 1880 hingga 1900an.

    Rektor ke-10 Unpad ini mengungkapkan, buku ini merupakan dokumen penting dalam hal perkembangan bahasa dan budaya Sunda. Untuk itu, proses digitalisasi dilakukan agar rekam jejak pemikiran dan karya Hasan Mustapa di bidang kebudayaan Sunda maupun Islam bisa diketahui lebih luas.

    Nantinya, buku yang sudah didigitalisasi bisa menjadi bahan penelitian bagi para akademisi. Selain itu, akademisi maupun masyarakat juga bisa melakukan perbandingan mengenai kondisi Sunda yang tecermin dalam buku dengan situasi saat ini. (Teguh)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus