Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pemdakab Purwakarta Upayakan Penambahan Rumah Sakit Darurat

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_42705.jpg

    Kab. Purwakarta --- Kasus aktif COVID-19 alami lonjakan di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Purwakarta. Merujuk dari peta sebaran, saat ini 2 dari 17 kecamatan di Kabupaten Purwakarta berstatus hijau, 15 kecamatan lainnya masih berstatus merah.

    Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengatakan, pekan kemarin menjadi kasus tertinggi selama pandemi COVID-19. Data yang dihimpun Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 setempat mencatat pada Minggu (13/6/2021) jumlah warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 148 orang.

    Ambu Anne --sapaan Anne Ratna Mustika—mengatakan di Kabupaten Purwakarta terjadi lonjakan kasus COVID-19 yang cukup signifikan, keterisian bed di rumah sakit rujukan sudah lebih dari 100 persen. Saat ini pihaknya sedang merancang untuk menyiapkan rumah sakit darurat.

    "Kita sudah menyiapkan satu RS darurat, tempatnya di Puskesmas kecamatan kota. Kami juga akan bekerjasama dengan Kodim 0619 Purwakarta untuk meyiapkan RS khusus penanganan COVID-19. Pemkab sudah mengajukan supaya RS Gunung milik TNI bisa dijadikan RS untuk penanganan, mudah-mudahan secepatnya bisa digunakan," kata Ambu Anne.

    Sementara itu, juru bicara GTPP COVID-19 Purwakarta Wahyu Wibisono menambahkan, terkait dengan angka kematian, pada Minggu (13/4/2021) kemarin tercatat 15 orang meninggal akibat terpapar COVID-19 dengan mayoritas KTP non-Purwakarta.

    Jumlah kematian sebanyak itu, lanjut Wahyu, 11 orang diantaranya meninggal akibat terpapar COVID-19 sepanjang hari Sabtu, jumlah tersebut merupakan jumlah kasus kematian terbanyak di Purwakarta sepanjang masa pandemi COVID-19. Sementara, untuk 4 pasien lainnya meninggal di hari Minggu (13/4/2021).

    Wahyu menjelaskan, tingginya angka kematian akibat COVID-19 ini di luar dugaan semua pihak karena sejauh ini belum pernah terjadi dalam sehari mencapai belasan orang meninggal. Lonjakan kematian tersebut diakibatkan karena lonjakan kasus COVID-19 di Purwakarta pascalebaran. 

    Editor : Fauziah Ismi

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus