Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Wabup Garut Berharap Puskesmas Bisa Menampilkan Kesan Ramah Anak

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_42732.jpg

    KAB.GARUT - Wakil Bupati Garut Helmi Budiman meresmikan Klinik Terpadu Ruang Imunisasi Area Ramah Anak dan Musala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Samarang, di Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Rabu (16/6/21).

    Dalam sambutannya, Wabup Garut mengatakan puskesmas harus memiliki fasilitas lengkap seperti ruang imunisasi, musala, perpustakaan dan lain sebagainya, sehingga puskemas bisa memberikan kesan tempat pelayanan kesehatan yang ramah anak bukan tempat yang menakutkan. 

    “Jadikan masyarakat kita masyarakat yang cerdas, pintar, dan sehat. Jadikan puskesmas itu puskesmas yang ramah anak, puskesmas itu harus ditampilkan sebagai tempat pelayanan kesehatan yang ramah anak, bukan tempat yang menakutkan," ujarnya.

    Ia juga menjelaskan, puskesmas memiliki fungsi lebih ke arah preventif dan promotif, sehingga ia menilai baik tidaknya puskesmas bukan dari banyaknya kunjungan pasien ke puskesmas, melainkan banyaknya kunjungan pegawai puskesmas ke masyarakat. 

    "Puskesmas fungsinya lebih ke arah preventif dan promotif. Baik tidaknya puskesmas itu adalah bukan banyaknya kunjungan pasien ke puskesmas, namun kunjungan karyawan puskesmas ke masyarakat dan membina masyarakat agar hidupnya sehat. Langkah ini diupayakan bersama para kiyai dan Forkopimcam untuk memberikan penyuluhan-penyuluhan. Hal ini agar masyarakat mempunyai pola hidup sehat. Jadi ukurannya bukannya kita banyak berdiam diri di kantor sebagai karyawan, yang baik kita harus jemput bola, pelayanan sering door to door ke masyarakat," ucapnya.

    Ia mengimbau untuk para tenaga kesehatan yang ada di puskesmas untuk tidak banyak berdiam diri di puskesmas. 

    “PR kepala dinas, para tenaga kesehatan, jangan banyak berdiam diri di puskesmas. Kalau begini berapapun membangun, berapapun punya obat, berapapun punya tenaga, tidak akan pernah mencukupi dikarenakan orientasi kita tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh negara baik provinsi maupun kabupaten,” tuturnya.

     

    (Editor: Raehan D.Putri)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus