Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Ridwan Kamil: Bebas Zona Merah Bukan Berarti Prokes Kendur

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_42829.jpg

    KAB PURWAKARTA – Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil mengungkapkan bahwa pekan ini tidak ada kabupaten/kota zona merah di Jawa Barat. Sebelumnya, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung berstatus zona merah atau risiko tinggi. Kini status kedua daerah tersebut zona oranye atau risiko sedang. 

    "Ada berita baik minggu ini tidak ada zona merah di Jabar. Provinsi lain masih banyak, kita minggu ini diumumkan tidak ada zona merah. Namun masyarakat harus tetap waspada dan makin ketat disiplin protokol kesehatan 5M. Bebas zona merah bukan bearti prokes kendur," ucapnya.

    Menurut Kang Emil, perbaikan keadaan ini merupakan hasil semua stakeholders terutama tenaga kesehatan yang berjuang di garda terdepan, di mana pandemi masih belum berakhir.

     "Nah inilah mungkin sebuah upaya yang membuahkan hasil. Tapi situasi masih belum normal," kata Ridwan Kamil, saat meninjau RSUD Bayu Asih, Kabupaten Purwakarta, Kamis (24/06/2021). 

    Ridwan Kamil menyatakan, saat ini cukup banyak tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar virus. Karenanya Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat akan menambah 400 relawan untuk membantu penanganan Covid-19.

    "Saya belum ada datanya. Tapi rata-rata cukup banyak nakes yang terkonfirmasi Covid-19. Di RSUD ini saja ada 84 terkonfirmasi, di Karawang tadi dilaporkan 200-an terkonfirmasi. Mudah-mudahan nanti kita tambahi karena ada relawan 400 yang sudah kita siapkan," jelasnya

    Ridwan Kamil menyatakan, selain akan melakukan pemenuhan tenaga kesehatan, pihaknya juga akan meminta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk mengirimkan obat-obatan ke RSUD Bayu Asih Purwakarta yang saat ini sedang kekurangan obat-obatan. 

    "Kita juga mulai menghitung kebutuhan tabung oksigen di kabupaten/kota. Meskipun kebutuhan tabung oksigen masih cukup namun perlu ada antisipasi menyusul naiknya angka kasus Covid-19. Semua akan kita assessment per hari ini masih terkendali, tapi dengan kasus naik tentu ketersediaan oksigen sudah kita hitung termasuk tadi kekurangan obat di Purwakarta. Itulah pentingnya saya datang untuk memonitor langsung kekurangan dan tantangan di daerah-daerah," jelasnya. (Parno/Humas Jabar)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus