Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    HUT ke-75 Bhayangkara, Pemdakab Garut dan Polres Garut Bekerja Sama Menggelar Vaksinasi Massal

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_42850.jpg

    Kab. Garut – Dalam rangka menyambut HUT (Hari Ulang Tahun) ke-75 Bhayangkara, Dinas Kesehatan Kabupaten Garut bekerja sama dengan Polres Garut dan TNI (Tentara Nasional Indonesia) melaksanakan vaksinasi yang digelar di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Sabtu (26/6/2021).

    Bupati Garut Rudy Gunawan menerangkan, kegiatan vaksinasi ini dilaksanakan secara bertahap dengan target 13 ribu masyarakat di Kabupaten Garut.

    “Saya Bupati Garut bersama bapak Wakapolres mewakili Pak Kapolres dan seluruh pejabat utama dari Polres Garut serta pihak TNI dan Dinas Kesehatan menyelenggarakan kegiatan vaksinasi untuk 13 ribu orang, yang dilaksanakan kerja sama antara Polres Garut dan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut dibantu oleh TNI di seluruh Kabupaten Garut,” katanya.

    Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud nyata Polres Garut dalam melakukan penegakkan protokol kesehatan (prokes) selain mendisiplinkan masyarakat untuk taat pada prokes.

    “Ini adalah wujud nyata bagaimana Polres Garut melaksanakan secara konkret melakukan langkah-langkah penegakkan protokol kesehatan diantaranya adalah selain mendisiplinkan masyarakat dengan protokol kesehatan juga melakukan vaksinasi. Terima kasih Polri, Jayalah Polri, Dirgahayu Bhayangkara yang ke-75,” ucapnya.

    Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Kabid P2P) Dinkes Garut Asep Surachman menuturkan, dalam vaksinasi massal yang bekerja sama dengan Polres Garut ini, pihaknya berfokus pada vaksinasi kepada lansia.

    "Iya kita fokus pada lansia, karena kita capaian lansia sampai saat ini cukup rendah, sehingga kita dibantu oleh Polres juga dalam rangka bagaimana akselerasi peningkatan capaian vaksinasi pada lansia," tuturnya.

    Ia mengungkapkan, dalam pelaksanaan vaksinasi massal ini, pendamping atau yang bukan lansia diperbolehkan melakukan vaksinasi, dengan syarat minimal membawa satu orang lansia. 

    "Alhamdulillah tadi ada lansia dikawal oleh pendamping, satu orang lansia satu orang pendamping minimal ya, tapi tadi (pendamping) ada yang bawa dua, ada yang bawa tiga, ini suatu bentuk kepedulian dari para pendamping untuk membawa lansia baik orang tuanya, neneknya, atau tetangga, atau kerabatnya yang lain," ucapnya.

    Banyaknya lansia yang melakukan vaksinasi di Pendopo ini, lanjut Asep, merupakan suatu bentuk kesadaran masyarakat, terlebih di masa pandemi ini banyak lansia yang sakit bahkan meninggal akibat terpapar COVID-19.

    "Saya kira ini bentuk kesadaran masyarakat saat kita pandemi ini, begitu banyak orang berjatuhan sakit bahkan meninggal, terutama pada mereka yang diatas usia 50 tahun ya lansia," lanjunya.

    Wakapolres Garut Kompol Andrey Valentino mengatakan, kegiatan ini juga mendukung serta menindaklanjuti program Presiden Jokowi yaitu dalam mencapai satu juta dosis perhari.

    “Hari ini (26/6/2021) bertempat di Pendopo Garut, Polres Garut beserta jajaran serta dibantu instansi terkait, telah dilaksanakan vaksinasi massal, dalam rangka HUT Bhayangkara ke-75 tahun 2021. Ini merupakan bagian dari program Polri, guna mendukung dan menindaklanjuti program Presiden Jokowi untuk mencapai satu juta dosis per hari,” ungkapnya.

    Ia juga mengungkapkan, pada kesempatan ini pihaknya menggelar vaksinasi massal di 33 Polsek atau 63 Puskesmas yang tersebar di seluruh Kabupaten Garut.

    “Hari ini kami menggelar vaksinasi massal di seluruh Kabupaten Garut, yang tersebar di 33 Polsek atau 63 Puskesmas dengan target 13.385 dosis. Adapun untuk pelaksanaan vaksinasi di Pendopo, kami telah menyediakan berupa 400 dosis vaksin, 30 orang vaksinator yang terbagi dalam 3 tim, dan warga yang divaksin kurang lebih 200 orang,” katanya.

    Sementara itu, Rohim (71) lansia peserta vaksinasi mengatakan ia tidak merasa takut sebelum divaksin.

    "Nggak (ada rasa takut divaksin), saya mah pasrah aja," ucap singkat Rohim.

    Sementara, Wita Oktavia (25) salah seorang peserta vaksinasi umum mengatakan, dirinya melakukan vaksinasi sebagai wujud pencegahan agar dirinya tidak terpapar COVID-19.

    "Kalau saya nggak (rasa takut) malah pengen divaksin karena kan seenggaknya kita mencegah lah apalagi sekarang COVID-19 lagi tinggi juga. Lebih baik ya saya mencegah, meskipun akan ada tetep kalau misalkan kita akan terpapar bisa aja terpapar tapi seenggaknya kalau kita udah vaksin kita tahu manfaatnya itu lebih daripada yang nggak divaksin." tuturnya.

    (Editor: Raehan Putri)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus