Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pemdaprov Jabar dan BI Bersinergi Selenggarakan Fesyar Jabar 2021

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_43178.jpg

    Kota Bandung --- Bank Indonesia di wilayah Jawa Barat bersinergi dengan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, OJK, Perbankan, Hebitren, MES, BAZNAS, KNEKS, ISEI Jabar dan stakeholder terkait lainnya menyelenggarakan rangkaian Road To Fesyar (RTF) 2021 Jawa Barat, Rabu (21/7/2021).

    Mengambil tema “Sinergi (Korporatisasi, Digitalisasi, dan Wakaf produktif) untuk Pemulihan Ekonomi Jawa Barat”, secara resmi dibuka oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi, bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Herawanto. Hadir pula menyaksikan peresmian acara secara virtual, jajaran Anggota Komisi XI DPR-RI daerah pemilihan Jawa Barat, Kepala Bank Indonesia Cirebon Bakti Artanta dan Kepala Bank Indonesia Tasikmalaya Darjana. 

    Road To Fesyar 2021 Jawa Barat diselenggarakan selama 3 (tiga) hari berturut-turut mulai 21 hingga 23 Juli 2021 dalam bentuk rangkaian acara bersambung yang diawali dengan pembukaan di Bandung, kemudian di Tasikmalaya dan ditutup di Cirebon. 

    Sejalan dengan tema acara, rangkaian Road to Fesyar 2021 Jawa Barat menampilkan berbagai inisiatif program strategis Bank Indonesia di wilayah Jawa Barat yaitu launching Ikatan Hiji Santri Inovasi (IKHSANI) - Hebitren Jabar; business matching UMKM dengan lembaga keuangan, buyer , termasuk modern market ; penyerahan sertifikasi halal; dan wakaf produktif sebagai alternatif solusi pembiayaan di saat pandemi. 

    Rangkaian acara juga menampilkan “Ruang Riung Syariah” sebagai forum diskusi berbagai topik penting implementasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah seperti korporatisasi, digitalisasi, halal value chain dan wakaf produktif. Selain itu dilakukan pula upaya mendukung keberlangsungan  usaha UMKM dengan menampilkan showcasing produk UMKM secara virtual yang produknya dapat dibeli melalui www.roadtofesyarjabar.karyakreatifjawabarat.com. 

    Rangkaian Road to Fesyar 2021 Jawa Barat dilaksanakan sebagai langkah menuju pekan Festival Ekonomi dan  Keuangan Syariah (Fesyar) Regional Jawa yang akan dilaksanakan di Surabaya pada bulan September mendatang. Rangkaian Road to Fesyar 2021 Jawa Barat memiliki posisi penting pada Fesyar Regional Jawa, mengingat potensi dan geliat ekonomi keuangan dan syariah yang besar di wilayah Jawa Barat. 

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia di Jawa Barat yang telah secara konsisten bersinergi dengan Pemerintah, OJK, perbankan dan berbagai stakeholder terkait dengan upaya mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Jawa Barat. 

    "Pelaksanaan Road to Fesyar 2021 Jawa Barat diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada kita semua bahwa ekonomi dan keuangan syariah di Jawa Barat sudah semakin luas jangkauan manfaatnya, semakin besar ekosistem yang terbentuk, semakin beragam model bisnis yang mengusung nilai keadilan bagi masyarakat, dan tak lupa pula peran teknologi yang mengakselerasi seluruh prosesnya," tuturnya dalam sambutanya yang disampaikan secara virtual.

    Menurutnya, Ekonomi dan Keuangan Syariah dapat membantu menopang optimisme bahkan mendorong pemulihan ekonomi dengan nilai-nilai solidaritas sosial, adil, kolaborasi, serta kesetaraan yang terkandung di dalamnya.

    "Untuk itu, mari bersama kita dukung dan dorong perkembangan ekonomi syariah melalui dukungan terhadap Road to Fesyar 2021 Jawa Barat sebagai bagian dari upaya untuk mempercepat pemulihan ekonomi Jawa Barat di masa pandemi, dan mendoronng akselerasi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik pascapandemi. Melalui penyelenggaraan Road to Fesyar 2021 Jawa Barat, kita perkuat sinergi dan kolaborasi untuk mendukung penguatan ekonomi dan keuangan syariah Jawa Barat sebagai Rahmatan lil Alamin yang inklusif," jelasnya.

    Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi dalam sambutannya menyampaikan Bank Indonesia memiliki komitmen untuk berkontribusi mengembangkan ekonomi syariah sebagai alternatif sumber pertumbuhan ekonomi baru yang mendukung ketahanan ekonomi, penguatan pasar keuangan, dan inklusi keuangan secara keseluruhan bersama ekonomi konvensional. 

    Hal ini diwujudkan dengan menyusun blueprint pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang berlandaskan pada tiga fokus strategi utama bersama pemerintah, yakni pilar penguatan ekonomi syariah;  pilar pendalaman pasar keuangan syariah; dan pilar riset, asesmen, dan edukasi ekonomi dan keuangan syariah.  (Rep.teguh)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus