Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pemdakot Bandung Pastikan Pelayanan Pasien Covid Tak Bedakan Domisili

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_43186.jpg

    Kota Bandung--- Pemerintah Daerah Kota (Pemdakot) Bandung terus berupaya memberikan pelayanan maksimal bagi pasien terinfeksi Covid-19. 

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna menegaskan, untuk urusan rumah sakit, Pemdakot Bandung tidak membedakan identitas pasien, meskipun hal tersebut membuat Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit di Kota Bandung selalu tinggi.

    “Kalau ada pertanyaan kenapa BOR selalu tinggi? Ya itu persoalannya. Karena banyak orang yang mengakses pelayanan kesehatan yang ada di Bandung, semuanya RS rujukan. Itu berdampak, karena indikator yang menjadi perhitungan, BOR termasuk kematian,” kata Ema, Rabu (21/07/2021).

    Ema mengungkapkan, apabila rumah sakit di Kota Bandung hanya menangani warga Kota Bandung maka diperkirakan BOR akan berada di bawah 60 persen. 

    "Dari 29 rumah sakit di Kota Bandung, sekira 50% nya diisi pasien-pasien dari luar Kota Bandung," ucapnya.

    Menurut Ema, selalu tingginya tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit di Kota Bandung. membuktikan bahwa rumah sakit di Kota Bandung memberikan pelayanan bagi pasien dari mana pun.

    “Saya tidak terlalu terjebak persoalan kasus. Terpenting layanan maksimal. Karena pelayanan kesehatan kita tidak bisa (membatasi), mau penduduk mana saja boleh” terangnya.

    Ema menilai Pemberlakuan Pembatasan Kebijakan Masyarakat (PPKM)) Darurat sejak 3 hingga 20 Juni 2021 kemarin  cukup berdampak positif, terbukti dari terus menurunya kasus Covid-19 di Kota Bandung saat ini.

    “Kecuali BOR, tapi aktifnya (kasus) tidak terlalu masif. Kalau kumulatif itu bagian dari konsekuensi 3T ( testing, tracing, treatment ),” imbuhnya. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus