Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pemdakab Garut Gelar Rakor Penanganan Kemiskinan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_43220.jpg

    Kab. Garut --- Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemdakab) Garut menggelar Rakor Kemiskinan di Kabupaten Garut dalam rangka “Penyelarasan Program Serta Pembinaan Sumberdaya Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Garut Tahun 2021 Serta Sinergitas Pelaksanaan Program Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2022” secara virtual di gedung  Command Center , Kabupaten Garut, Jum’at (23/7/2021).

    Rakor resmi dibuka Wakil Bupati (Wabup) Garut Helmi Budiman diikuti 25 orang perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), 42 supervisor, 442 fasilitator desa dalam Layanan Terpadu Rumah Harapan Masyarakat (Lapad Ruhama).

    Dalam paparannya, Wabup menerangkan Kabupaten Garut merupakan salah satu daerah yang kurang aktif dalam melakukan verifikasi dan validasi dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

    “Hingga Januari 2020, persentase perbaikan DTKS di Kabupaten Garut hanya 2,22 persen dengan usulan baru 2,98 persen dan termasuk kategori perbaikan rendah dengan prediksi akurasi data yang juga rendah. Dengan rendahnya tingkat keaktifan ini, Kabupaten Garut menduduki peringkat 349 di antara seluruh kabupaten atau kota di Indonesia dalam ranking verifikasi dan validasi DTKS,” katanya.

    Wabup mengatakan, dalam DTKS terdapat 1.544.181 jiwa atau 422.457 rumah tangga miskin dan rentan miskin di Kabupaten Garut yang tersebar di 42 kecamatan.

    “Beberapa desa yang memiliki penduduk miskin dan rentan miskin paling banyak, di antaranya Kecamatan Garut Kota yaitu di Kelurahan Kota Kulon dengan 14.498 jiwa. Sementara yang paling sedikit adalah di Kecamatan Wanaraja di Desa Sindangpratu yaitu dengan 872 jiwa,” katanya.

    Ia juga mengungkapkan, dari seluruh penduduk yang terdaftar dalam DTKS tersebut, proporsi penerima dan komplementaritas program bantuan sosial di Tingkat Kabupaten Garut adalah sebanyak 67 persen sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan (JK).

    Helmi berharap pengelolaan data harus menjadi fokus perhatian semua, khususnya di Dinas Sosial yang memang mengelola dan meng-update data kemiskinan.

    Sementara, menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Garut Agus Ismail, berdasarkan data dari BPS (Badan Pusat Statistik), kemiskinan di Kabupaten Garut pada Tahun 2020 mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya, mencapai 262.78 jiwa atau 9,98 persen naik 1 persen atau (26,3 ribu jiwa) dari Tahun 2019 sebanyak 235,19 jiwa atau 8,98 persen. Sedangkan persentase penduduk miskin masih berada di atas rata-rata Jawa Barat 8,43 persen serta di bawah nasional 10,16 persen.

    Ia juga memaparkan, bahwa tahun 2020 Kabupaten Garut berada di kuadran I, dengan jumlah warga miskin diatas rata-rata provinsi (145,2 ribu jiwa) dan memiliki peningkatan angka kemiskinan di atas rata-rata (19,3 ribu jiwa).
     
    Agus menyampaikan beberapa program bantuan yang digulirkan oleh pemerintah adalah Bantuan Perlindungan Sosial, Program Indonesia Pintar, Program Rastra/BPNT, Program Keluarga Harapan (PKH) Tahun 2020, Pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil, Program Murah Untuk Rakyat, dan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

    Agus berharap rencana kegiatan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Garut tahun 2022 seluruhnya sudah menggunakan menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), lokus stunting , Angka kematian Ibu Angka Kematian Bayi (AKI-AKB), cakupan akses air bersih,  akupan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) serta angka pengangguran.

    Agus juga berharap pemerintah maupun masyarakat bisa bekerja sama dalam memerangi kemiskinan terutama di masa pandemi COVID-19 yang menjadi ancaman baru dalam peningkatan kemiskinan khususnya di Kabupaten Garut.

    “Solidaritas sosial masyarakat harus terus ditingkatkan. Melawan pandemi tidak bisa hanya ditaruh pada satu pundak pemerintah atau masyarakat, tetapi harus ditaruh di atas pundak kita secara bersama-sama,” terangnya.

    (Editor: Fauziah Ismi)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus