Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Serbuan Vaksinasi Covid -19 Sasar Pesantren

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_43261.jpg

    KAB TASIKMALAYA– Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum bersama Kapolda Jabar Irjen Polisi Ahmad Dofiri meninjau kegiatan serbuan vaksinasi massal di Ponpes Miftahul Huda Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya, Senin (26/07/2021).

    Menurut Wagub, warga Jawa  Barat pada umumnya cukup antusias terhadap kegiatan vaksinasi massal setiap kali diadakan di sejumlah kota/kabupaten. 

    "Saya mengapresiasi kesadaran warga Jabar atas pentingnya vaksinasi dalam upaya meminimalkan dampak dari paparan Covid -19. Santri di Ponpes Miftahul Huda Manonjaya jadi sasaran vaksinasi dan terpantau antusias. Dengan begitu, para santri telah turut serta dalam upaya penanggulangan Cobid -19 di Jabar," tuturnya.

    Wagub mengakui bahwa vaksin di Jawa  Barat dianggap lebih rendah dibandingkan provinsi lain. Tetapi jumlah penduduk Jawa Barat hampir 50 juta penduduk.

    "Kalau dilihat dari jumlah kita lebih banyak (yang divaksin), tapi kan provinsi lain ada yang di bawah 10 juta. Kemudian persentase vaksin dikalikan jumlah penduduk, ya iya kita termasuk rendah. Tapi sekalipun begitu, itu dijadikan motivasi untuk lebih cepat lagi mengejar target," ucapnya.

    Menurut Wagub, dengan dibantu TNI/Polri diharapkan vaksinasi dapat mengakselerasi target 80 persen warga Jawa Barat divaksinasi. Ini penting agar kekebalan kelompok atau "herd immunity" segera tercapai.

    "Dan sekarang vaksin di Jabar _ngabret_ karena dibantu Kepolisian/ TNI serta pihak lainnya. Termasuk kata Pak Kapolri, nakes yang ada di wilayah Jakarta kalau sudah selesai akan digeser untuk membantu di wilayah Jawa Barat," tambahnya. 

    Wagub menambahkan, dari Pemerintah Pusat, telah diterima sekira 10 juta dosis vaksin dan sudah didistribusikan sebanyak 90 persen ke kota/ Kabupaten. Termasuk PPKM saat ini sudah cukup terasa dampaknya pada penurunan penularan Covid-19 serta "bed occupancy rate" (BOR) di rumah sakit di Jawa Barat saat ini sudah di angka 75 persen.

    "BOR turun sampai 75%, ada penurunan signifikan dari adanya PPKM. Sekalipun ada yang tidak sepakat dengan PPKM. Kami menyadari memang ada dampak ekonomi bagi pekerja dan juga PKL, supir angkot dan lainnya. Tapi ada juga bantuan sosial. Termasuk saya juga sudah tiga hari menyampaikan bantuan sosial. Pak Gubernur sama, pemerintah pusat juga sama, pemerinrah sudah bijaksana," tuturnya.

    Sementara itu, Pengurus Yayasan Ponpes Miftahul Huda H Arief Maoshul Affandy mengaku, vaksinasi terhadap para santri bisa mencegah terjadinya penularan Covid-19 di lingkungan pesantren. 

    "Hari ini ditargetkan ada 500 santri yang divaksin. Jumlah tersebut tentu masih sedikit bila jumlah santri di Ponpes Miftahul Huda mencapai sekira 5.000 santri. Nanti sisanya akan menyusul," ujarnya. 

    Menurut Arief, para santri antusias untuk menjalani vaksinasi. Sebelumnya para pengurus pesantren juga sempat memberikan pemahaman bahwa vaksinasi adalah bagian dari upaya menyempurnakan syariat dan memaksimalkan ikhtiar dalam meminimalisasi penularan Covid-19.

    "Vaksinasi juga merupakan salah satu cara menjaga diri dan guru para santri tetap sehat. Alhamdulillah antusias, terutama yang kecil-kecil. Ada memang satu dua yang takut disuntik, tapi kita beri pengertian," jelasnya. 

    Sementara Kapolda Jabar Irjen Pol Ahmad Dofiri menyebut Polda Jabar telah mendapat banyak permintaan dari pesantren untuk melakukan vaksinasi para santri.

    "Saya kira antusiasme masyarakat untuk vaksinasi sangat luar biasa," kata Dofri

    Dofiri menyebutkan, Polda Jabar menyediakan vaksin untuk 3.600 orang, yang dibagi ke beberapa pesantren. Saat ini vaksinasi di Kabupaten Tasikmalaya digelar tiga pesantren. Dan vaksinasi di lingkungan pesantren juga akan dilakukan di Ciamis. 

    "Pondok pesantren dipilih menjadi salah satu sasaran pelaksanaan vaksinasi karena para santri tinggal dalam satu komunitas. Seandainya ada penularan, itu akan terjadi cepat. Maka dari itu pesantren penting untuk jadi sasaran vaksinasi," tambahnya. (Parno/ Humas Jabar)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus