Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Kondisi Balai Latihan Kerja di Jabar Masih Minim

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/Hening-Widiatmoko11.jpg

     

    Untuk menopang perbaikan SDM ketenagakerjaan diperlukan tempat pelatihan yang memadai, diantaranya Balai Latihan Kerja baik yang dikelola oleh pemerintah maupun swasta. Namun kenyataannya, ondisi Balai Latihan Kerja, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas di Jabar, masih minim. Hal demikian, dipaparkan Kadis Nakertrans Jabar, Hening Widiatmoko dalam keterangannya kepada jabarprov.go.id (24/4).
     
    Hening, lebih lanjut memaparkan Keberadaan Balai Pelatihan Kerja (BLK) di Jabar yang memadai masih diperlukan mengingat 60% penduduk di Jabar rata lama sekolah baru setara lulusan SMP. Dengan kondisi tersebut, mutu tenaga kerja masih belum memadai sehingga untuk mengejar ketertinggalan diperlukan fasilitasi pelatihan kerja, yang salah satunya diselenggarakan oleh Balai Latihan Kerja.
     
    Kondisi eksisting, BLK tidak semua ada di Kota/Kabupaten. Untuk di kawasan Bandung Metropolitan seperti Kabupaten Bandung, Kota Bandung dan Kota Cimahi BLK belum ada. Kendati di beberapa Kabupaten/Kota BLK sudah ada, kapasitas untuk menampung peserta pelatihan juga masih terbatas.
     
    Sementara itu, untuk di Provinsi Jabar, BLK sudah ada yaitu yang berlokasi di Bekasi. Disebabkan masih terbatasnya dana, untuk peserta yang dilatih diantaranya untuk peserta pelatihan berbasis kompetensi baru bisa menampung 100 sampai 200 orang.
     
    Menyikapi hal tersebut,  sudah direalisasikan layanan mobil keliling untuk kegiatan pelatihan. Untuk daerah sendiri melalui APBD Kota/Kabupaten sudah ada dana yang dialokasikan untuk kegiatan pelatihan di BLK.
     
    Dalam tahun ini Pemerintah telah menaruh perhatian serius untuk memaksimalkan peran BLK. Melalui dana dari APBN, BLK di Kabupaten/Kota  di Jabar mendapatkan fasilitasi dana dengan jumlah dana keseluruhan sebesar Rp.17 miliar.
     
     Di sisi lain, ujar Hening untuk meningkatkan kualitas pelayanan di BLK melalui dukungan dana dari APBD Provinsi Jabar dalam tahun ini sudah disiapkan dana sebesar Rp. 4,5 miliar. Dana tersebut, salah satunya akan dialokasikan untuk memperbaiki asrama di BLK tersebut. 
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus