Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Mudahkan Pelayanan, Bandung Integrasikan Layanan Informasi RS

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_43762.jpg

    KOTA BANDUNG- Pelayanan publik merupakan hak bagi setiap warga negara Indonesia, tidak terkecuali layanan terhasap kesehatan. 

    Sebagai bentuk komitmen untuk memberi layanan kesehatan yang maksimal bagi masyarakat, Pemerintah Kota Bandung bekerja sama dengan PT Jasamedika Sarana akan mengembangkan sebuah aplikasi perangkat lunak (sofware application) yang mampu menampung semua informasi dari seluruh Rumah Sakit (RS) di Kota Bandung.

    Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, nantinya aplikasi tersebut dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat, dimana janya dalam satu genggaman, semua informasi pelayanan kesehatan tersedia dalam satu aplikasi, semisal data ketersediaan kamar tidur yang kosong, ruangan ICU, oksigen, dan lain sebagainya.

    "Jadi begitu ada masyarakat yang terkena persoalan kesehatan mereka akan tahu harus kemana, itu kepentingan ideal," ucap Ema, saat membuka Sosialisasi Sistem Informasi dan Manajemen Rumah Sakit di Kota Bandung di Jalan Cikutra Baru Raya, Rabu (01/08/2021)

    Menurut Ema, dengan aplikasi ini masyarakat bisa mengetahui situasi dan kondisi di RS, dengan harapan tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan mencari RS yang kosong.

    "Saya ingin masyarakat itu nanti segala sesuatunya lebih mudah, semua informasi itu hanya dalam satu genggaman," tuturnya.

    Ema berharap, pada bulan Oktober 2021 nanti, aplikasi ini sudah bisa diakses oleh masyarakat 

    "Aplikasi ini merupakan bagian dari komitmen yang kuat. Bahwa dalam menangani masalah apapun terutama kesehatan, perlu adanya dorongan dan komitmen yang kuat dari siapapun. Tanpa komitmen, pergerakan mencapai tujuan organisasi itu tak akan tercapai," ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr Ahyani Raksanagara mengakui tantangan saat Kota Bandung darurat pandemi kemarin yakni minimnya informasi terkait RS yang kosong, sehingga hal tersebut menyebabkan terjadinya keterlambatan pelayanan dan berdampak kepada keselamatan masyarakat. 

    "Kemarin kita tidak mengetahui RS yang kosong dan masyarakat tidak mengetahui harus datang kemana," tuturnya.

    Ahyani menyatakan, dengan hadirnya sistem yang nantinya terintegrasi dengan 37 Rumah Sakit, 80 Puskesmas, dan Klinik utama di Kota Bandung, diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mengurangi fatalitas. 

    "Diharapkan nanti ada terintegrasi antara seluruh RS untuk data-data tertentu yang dibutuhkan, baik oleh Pemkot sebagai dasar kebijakan dan juga bagi masyarakat," imbuhnya. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus