Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Inovasi Sanitasi Kabupaten Sukabumi

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_44004.jpg

    Kab.Sukabumi--- H. Iyos Somantri mengatakan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi membuat inovasi untuk penuhi kebutuhan sanitasi, mulai dari sanitasi punya jamban keluarga sehat (Sapujagat), sanitasi mencegah stunting (SMS), sanitasi mencegah korona (SMK), berkah sampah dari masyarakat (Bersama), sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) masuk sekolah, dan agen perubahan lingkungan masyarakat Sukalarang (Apel Malang).

    Inovasi pemenuhan kebutuhan sanitasi itu dipresentasikan Wakil Bupati Sukabumi kepada tim penilai pusat dan provinsi. Ia menjelaskan tentang aksi strategi percepatan dan keberlanjutan stop buang air besar sembarangan. Presentasi disampaikan secara virtual dari Pendopo Sukabumi berkaitan penilaian STBM) Award 2021, Selasa (21/9/2021).

    "Bahkan dalam peningkatan lingkungan yang kondusif, kami pun memiliki Instruksi Bupati tentang percepatan ODF, surat edaran pelaksanaan STBM, hingga surat keputusan tentang Satgas ODF," ujarnya.

    Menurut Wabup, Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi memiliki strategi percepatan dan keberlanjutan ODF di tahun 2021, seperti desa ODF, pembentukan Satgas ODF, hingga keberlanjutan STBM tertuang dalam RPJMD Kabupaten Sukabumi 2021-2026.

    "Kita pun ada gerakan sanitasi total se-Sukabumi (Gesit Sabumi) yang dipelopori Hakli," imbuhnya.

    Pemdakab Sukabumi melibatkan peran swasta dalam pembangunan sanitasi melalui CSR perusahaan.

    Terobosan lainnya, lanjutnya, ada lelang kebaikan yang melibatkan berbagai unsur untuk meningkatkan cakupan kepemilikan jamban masyarakat baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan atau desa.

    "Hasilnya 23.485 unit jamban telah dibuat," katanya.

    Menurut H. Iyos pembangunan sanitasi tidak hanya mengenai sarana dan prasarana saja. Namun, menyangkut perilaku masyarakat sehari-hari.

    "Strategi yang dibuat harus meliputi pemberdayaan masyarakat secara langsung," katanya.

    H. Iyos berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat karena Kabupaten Sukabumi bisa mengikuti STBM Award tingkat nasional.

    "Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk terus melaksanakan program STBM," ucapnya.

    (Editor: Raehan Putri)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus